
Local Name: Tangkal asam; Acem; Celagi
Crop description: Chronical tree and the height large reach 15 m. The leaf of even fin, every year during the month of september - oktober the leaves is fall change by new. The flower is rust colored . The fruit form of legum.
Habitat: This crop of wild emergence in coastal areas. Quite a few which in planting people in edges walking as trees perindang. Lowland of 1 - 300 m above sea level.
Part of the applied crop: kernel; Young leaf ( sinom) ; bark.
Content of chemistry: Fruit of containing vitellarium; glucose; cellulose; acids which tied by potassiums; tartrat; sugar invart; pectin.
Usefulness: Laxative Agent; Analgesic; Diaforitik; Laxative
Name of simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda
Traditional recipe:
Fever:
2 Sour joint thumb; boiled water 100 ml, Poured Boiling Water Into, Drinked 100 ml everyday
Eksem:
1 Sour joint thumb; rhizome temulawak 4 chipping; water 110 ml, Poured Boiling Water Into, Drinked 1 times;a day 110 ml
Menstrual pain in bone: 1 Sour joint thumb; turmeric of 1 finger; boiled water 100 ml, Poured Boiling Water Into, Drinked by evening and morning, every drink 100 ml a day

Latin name: Ficus septicum Burm.b.
LOCAL NAME: Sirih popar (Ambon) Tagalolo, Bei, Loloyan (Minahasa); Ki ciyat (Sunda); Awar awar (Jawa); Bar-abar (Madura); Awar awar (Belitung); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate).
FOREIGN NAME:
NAME OF SIMPLISIA : Fici septicae folium; leaf awar-awar
Crop description: High bush or tree , straighten 1-5 metre. Bent fundamental bar curved, softened, cylindrical integer stick, hollow, hairless, rubbery of transparent. single stipule leaf, Big, very became sharp, single leaf, handle, sit interlude leaf or look out, handle of 2,53 cm. Globular blade of egg or elliptical, with circular jetty, tip of blunt enough narrow, plane edge, 9-30 times;rill of 9-16 cm, from the top (of) stripper green gleam, with many fleck turning pale, from under young green, left side right of middle vena by 6-12 side vena; second split vena side is strong color because the colour who turning pale. a couple of Pot formation, short handle, at the basal by 3 protector leaf, young green or grey green, diameter more or less 1,5 cm, at some crops are flowers and stam inate flower gal, at other of pistillate flower. Fruit of pot type, fleshly , grey greens, diameter of 1,5 - 2 cm. Time flowered January - December. This plant many found in and Javas Madura; grow at area with height of 1200 m above sea level, many found by the side of road;streets, forest and coppice is open.
Habitat: Wild emergence as intruder crop at lowland until 1200 m above sea level.
Part of the applied crop: Leaf
Content of chemistry: Flavonoid; Sterol;
Usefulness: Sudorik; Diuretic; Emetic
Name of simplesia: Fici septicae Folium
Ficus leaf septica can pursue growth of Escherichia coli and Bacillus subtilis in vitroly, result examination of bioautography is reported that 4 gr leaf extract awar awar dissolve in Metanol can pursue growth of bacterium. Antofin ( 5 gr) effect as antibakteri ( B. subtillis, M flavus and E. Coli)
Traditional recipe:
Herpes, head ache, Rheumatism:
Leaf awar-awar is fresh sufficiently; Air sufficiently, contused until in form of pasta, Dabbed at part of ill husk
Diarrhoea
Turmeric rhizome of 1/2 finger; Rasuk wind of 1/2 teaspoon; Coriander of 3 seed; Fruit of wood ules 1 seed; leaf trawas 1 sheet, boxed mixture; Added water of 115 ml and boiled; then filtered, Drinked by evening and morning; every times;drink 100 ml
Menstrual pain in bone
Turmeric rhizome of 1 finger; Coriander of 7 item; Clove of 1 item; Sour old(matured); nutmeg seed, boxed mixture; Added water of 110 ml; and boiled; then filtered, Drinked 1 times;rill one day 100 ml
Stomachache
Turmeric is burned 1 finger; Bar husk Pulosari 1 finger; Coriander of 7 seed; All crop patikan cina 1 grasping; Air 1 cup, boxed mixture; Added by is water and boiled until obtained as of cup; filtered, Age For baby of 5-7 month, 1 tea spoon /hour; Child of age of 1-2 year; drinked 2 times a day; 2 tablespoon; Adult; one day drink 3 times;every drink 1/2 of cup

Latin name: Orthosiphon stamineus Benth
Local name: Kumis ucing; Brengos kucing; Songot koceng; Remujung; Sesaseyan
Crop description: wet bar plant, High until 1,5 m, the leaf is globular of egg, the flower of white chromatic is like catkin, the bar in form of easy and foursquare in breaking
Habitat: farm wild emergence, Riparian and in place of which the land are rather damp until height of 700 m above sea level, there is also planted as ornamental plant
Part of the applied crop: All part of plant
Content of chemistry: Genkosid orthosifonin; substance of fat; essential oils; fixed oil; Saponin; Sapofonin; Potassium salt
Khasiat: Anti inflammation; Diuretic
Name of simplesia: Orthosiphonis Herba
Traditional recipe:
Hard of urine
Fresh Kumis Kucing leaf, 1/4 grasping; 1 glass of water, Braised till obtain;get dilution of 1/2 glass, Drinked 2 times a day; and every timesdrink 1 /2 glass.
Calculus
Kumis Kucing herb of 6 g; Herb meniran 7 tree; water 110 ml, Made by infusion, Drinked 2 times a day; every drink 100 ml
Diabetes,
Kumis Kucing leaf of 20 sheet; Leaf sambiloto 20 sheet; water 110 ml, Made by infusion, Drinked 1 times a day; 100 ml
Back ache
Fresh Kumis Kucing leaf 1 grasping; Papaw bar husk for the width of 4 cm2; water 110 ml, Made by infusion, Drinked 1 times a day 100 ml
Latin name: Curcuma domestica
Local Name: Kunir; Kunyir; Koneng; Kunyet; Kuning; Kuneh
crop description: Wet bar plant, the height until 0,75 m, the leaf is elliptical, pink or rose colored compound interest. This annual herb crop yield main corm in form of old rust colored rhizome . The propagation with bydm soriyt
Habitat: Grow in farm and in forest, especially in core forest. Quite a few planted in composition. can grow in lowland of 2000 m above sea level
Part of the applied crop: Rhizome
Content of chemistry: Tumeron; Zingiberon; alcohol sesquiterpene; curcumin; Bitter matter; Fat hars; Vitamin C
Usefulness: Kholagog; Stomakik; Antispasmodic; Anti inflammation; Anti bakteria; Kholeretik
Name of simplesia: Curcumae domesticae Rhizoma
Traditional recipe:
Mange and hurt
Turmeric rhizome of 1 finger; Sour leaf 1 grasping; a few of water, sliced by thin paste up at hurts and changed every 3 hour.

Nama latin: Cordyline fruticosa (L)A.Cheval
Nama daerah: Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi
Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor
Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida
Khasiat: Hemostatik,Antibengkak
Nama simplesia: Cordylinae Folium
Resep tradisional:
Batuk darah dan Haid terlalu banyak:
Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir
Nama daerah : Anting-anting.
Inggris :
Cina : Tie Xian
Sifat Kimiawi : Kandungan kimia tanaman ini belum banyak diketahui, kegunaan yang disebutkan dari pengalaman turun temurun serta secara empiris.
Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung.
Resep tradisional:
1. Disentri Amoeba : Tanaman kering (seluruh batang) sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi untuk 5-10 hari.
2. Dermatitis, Eksema, Koreng : Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit.
3. Batuk, mimisan dan berak darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
4. Obat untuk kucing : Akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah.
5. Pendarahan, Luka bakar : Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ketempat yang sakit.
6. Disentri Basiler : Tanaman kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
7. Diare, muntah darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.

Nama latin: Persea gratissima Gaerin
Nama daerah: Apukat; Advocaat; Alpokat; Apuket
Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter, batang berkayu, dan bercabang-cabang. daun tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Perbungaan berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting. Buah buni bentuk bulat telur, bentuk pita atau bentuk bulat. Warna buah hijau sampai ungu. Daging buah jika sudah masak berwarna kuning atau kkuning kehijauan. Akar termasuk akar tunggang
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Minyak lemak; Lesitin; Fitosterin; Vitamin A,B,D dan vitamin E
Khasiat: Diuretik ; Anti bakteri
Nama simplesia: Perseae Folium
Resep tradisional:
Batu ginjal
Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
Sakit perut dan Disentri
Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Nama latin: Tamarindus indica Linn
Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi
Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september - oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.
Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 - 300 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.
Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.
Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif
Resep tradisional:
Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Eksem:
Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml
Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Nama latin: Ficus septicum Burm.b.
NAMA DAERAH: Sirih popar (Ambon) Tagalolo, Bei, Loloyan (Minahasa); Ki ciyat (Sunda); Awar awar (Jawa); Bar-abar (Madura); Awar awar (Belitung); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate). NAMA ASING:
Deskripsi tanaman: Pohon atau semak tinggi , tegak 1-5 meter. Batang pokok bengkok bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 kali 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkaInya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5 - 2 cm. Waktu berbunga Januari - Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m dpl, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.
Habitat: Tumbuh liar sebagai tanaman pengganggu pada dataran rendah sampai 1200 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Flavonoid; Sterol; Khasiat: Sudorik; Diuretik; Emetik
Nama simplesia: Fici septicae Folium
Daun Ficus septica dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis dan Escherichia coli secara in vitro, hasil pengujian bioautografi dilaporkan bahwa 4 g ekstrak daun awar awar yang larut dalam Metanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Antofin (5 g) berefek sebagai antibakteri (B. subtillis, M flavus dan E. Coli)
Herpes, Sakit kepala, Rematik:
Daun awar-awar segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis sampai berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian kulit yang sakit
Mencret
Rimpang kunyit 1/2 jari; Rasuk angin 1/2 sendok teh; Ketumbar 3 biji; Buah kayu ules 1 biji; daun trawas 1 helai, Campuran ditumbuk; ditambah air 115 ml dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml
Rimpang kunyit 1 jari; Ketumbar 7 butir; Cengkih 1 butir; Asam kawak; Biji pala, Campuran ditumbuk; ditambah air 110 ml; dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Kunyit dibakar 1 jari; Kulit batang pulosari 1 jari; Ketumbar 7 biji; Seluruh tanaman patikan cina 1 genggam; Air 1 cangkir, Campuran ditumbuk; ditambah air dan dididihkan sampai diperoleh secangkir; disaring, Bayi umur 5-7 bulan; 1 sendok teh/jam; Anak umur 1-2 tahun; diminum 2 kali sehari; 2 sendok makan; Dewasa; sehari minum 3 kali; 1/2 cangkir
Nama latin: Orthosiphon stamineus Benth
Nama daerah: Kumis ucing; Brengos kucing; Songot koceng; Remujung; Sesaseyan
Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang basah, tinggi sampai 1,5 m, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya berwarna putih seperti kumis kucing, batangnya berbentuk empat persegi dan mudah di patahkan
Habitat: Tumbuh liar diladang, di tepi sungai dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai ketinggian 700 m dpl, ada juga yang ditanam sebagai tanaman hias
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Genkosid orthosifonin; Zat lemak; Minyak atsiri; Minyak lemak; Saponin; Sapofonin; Garam kalium
Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik
Nama simplesia: Orthosiphonis Herba
Resep tradisional:
Daun kumis kucing segar 1/4 genggam; Air 1 gelas, Direbus hingga memperoleh cairan 1/2 gelas, Diminum setiap hari 2 kali dan tiap kali minum 1/2 gelas
Herba kumis kucing 6 g; Herba meniran 7 pohon; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml
Daun kumis kucing 20 helai; Daun sambiloto 20 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari; 100 ml
Daun kumis kucing segar 1 genggam; Kulit batang pepaya seluas 4 cm2; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Nama daerah: Kunir; Kunyir; Koneng; Kunyet; Kuning; Kuneh
Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m, daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang. Perbanyakannya dengan anakan
Habitat: Tumbuh di ladang dan di hutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di perkarangan. dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang
Kandungan kimia: Tumeron; Zingiberon; Seskuiterpena alkohol; Kurkumin; Zat pahit; Lemak hars; Vitamin C
Khasiat: Kholagog; Stomakik; Antispasmodik; Anti inflamasi; Anti bakteria; Kholeretik
Rimpang kunyit 1 jari; Daun asam 1 genggam; Air sedikit, Dipipis, Tempelkan pada luka dan diganti setiap 3 jam
MUTAMBA (Jati Belanda)( Guazuma Ulmifolia Lamk.)
Mutamba (Jati Belanda) cum the elm or clump crop can reach 20 m. This crop enter in familia Sterculiaceae. This crop come from
Usage empirically by public often applied as medicinize to slim body (as slimer), while the seed applied to discontinue diarrhoea and as carminative.
1. Jati belanda core seed decoction which burned like coffee can be drank by colic drug. Jati Belanda which added by underwater pulverized and burned is useful fennel cure out of breath and flatulent stomach.
2. For as medicinize to slim body (as slimer), take 20 gram Jati Belanda core leaf powder, poured boiling water into by hot matured 1 water glass, after chilling then filtered. Result from screening is drinked one day twice at evening and morning.
Making of Jati Belanda core crop seed done by using generative way apply crop seed or seed.
Former seedling seed in containing seedbed basin of compost and sand mixture with comparison of 1:1. After seed germinate, about 2 week, or after leaf of 3-4 sheet, hence soon carried over in containing plastic of compost and soil mixture. After seed of old age 6 week, then seed ready for planted.
Processing of farm started with hoing farm in about 30 cm, then farm divided to become terracing. In terracing then made by hole cultivation of diameter of 20 cm and in 25 cm. Every planting hole given by manure counted 5 kg/hole and TSP counted 10 gram/lhole as basal fertilizer. Plant spacing between 100 X 100 cm. Seed which have been prepared at direct plastic by planting hole and covered with soil until plane. So that planted by seed is emergence better hence have to be taken care of the dampness until seed really growing better by the way of giving enough irrigating.
Conservancy especially with fertilization, irrigating, mowing, return soil around crop (pendangiran) and eradication of disease pest.
Harvest Jati belabnda core done by the way of cutting crop stick with scythe or crop scissors, then leaf is plucked and collected in potting, hereinafter deliberated to know the production result.
Yield done by take seed (perempelan), sortasi, hallowing, slice, draining. Material which disortasi for dissociating impurities sticking. After material clear of contamination then dried under sunshine until constant drought. Material which have running dry then tidy in plastic sack/bag and close.
Jati belanda core leaf production which in planting with distance of 1 X 1 m yield leaf producing drought of 12.226 kg/ha. Progressively old crop would more and more the production.

JATI BELANDA
(Guazuma Ulmifolia L.)
BOTANI
Jati belanda termasuk tanaman perdu atau phon yang tingginya bisa mencapai 20 m. Tanaman ini masuk dalam familia Sterculiaceae. Tanaman ini berasal dari Amerika, kemudian dibawa oleh orang Portugis ke Indonesia dan dikultivasikan di Jawa Tengah dan jawa Timur. Ciri-ciri tanaman ini adalah daun berbentuk bulat telur sampai lanset, pangkalnya menyerong berbentuk jantung, bagian ujung tajam, permukaan bagian atas berambut jarang, permukaan bawah berambut rapat. Batangnya keras, berbentuk bulat, permukaan kasar dan banyak alur, berkayu, bercabang, warna hijau agak putih. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun. Buahnya berbentuk kotak, bulat, keras, dan berwarna hijau. Bijinya kecil, keras dan berwarna coklat muda.
KEGUNAAN DAN KEAMANAN
Penggunaan secara empiris oleh masyarakat sering digunakan sebagai obat pelangsing, sedangkan bijinya digunakan untuk menghentikan diare dan sebagai karminatif.
Penggunaan seduhan daun jati Belanda secara oral dan terus menerus selama 1 bulan dapat meningkatkan aktifitas SGPT dua kali normal dengan dosis 500 mg/bb, namun setelah diteruskan selama 3 bulan akan kembali normal.
Beberapa peneltian farmakologis menyebutkan bahwa daun Jati Belanda dapat menghambat pertambahan berat badan dan mengurangi lemak tubuh.
KHASIAT DAN PEMANFAATAN EMPIRIS
1. Rebusan biji Jati Belanda yang dibakar seperti kopi bisa diminum untuk obat sembelit. Biji Jati belanda yang dibakar dan dilumatkan di dalam air ditambah adas bermanfaat mengobati perut kembung dan sesak nafas.
2. Untuk obat pelangsing, dipakai kira-kira 20 gram serbuk daun jati Belanda, diseduh dengan 1 gelas air matang panas, setelah dingin kemudian disaring. Hasil dari penyaringan diminum sehari dua kali pada pagi dan sore.
BUDIDAYA.
Tanaman Jati belanda dapat berkembang biak secara generatif menggunakan bijinya. Buah yang sudah tua pada tanaman ini akan pecah dengan sendirinya dan melemparkan biji-bijinya yang kecil tersebar ke sekitar tempat tumbuh induknya. Tanaman ini juga mudah dikembangbiakkan dengan vegetatif menggunakan stek batang atau cangkok. Untuk membudidayakan tanaman jati Belanda, hal yang terpenting adalah pemilihan lokasi dan pemilihan tempat tanaman yang cukup mendapat sinar matahari.
1. Pembibitan.
Pembuatan bibit tanaman Jati Belanda dilakukan dengan menggunakan cara generatif menggunakan biji atau benih tanaman.
Benih disemaikan dahulu dalam bak persemaian yang berisi campuran pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1. Setelah benih berkecambah, kira-kira 2 minggu, atau setelah berdaun 3-4 helai, maka segera dipindahkan ke dalam plastik yang berisi campuran tanah dan kompos. Setelah bibit berumur 6 minggu, kemudian bibit siap untuk ditanam.
2. Pengolahan Lahan dan Penanaman.
Pengolahan lahan dimulai dengan mencangkul lahan sedalam kira-kira 30 cm, kemudian lahan dibagi menjadi petak-petak. Di dalam petak-petak lalu dibuat lubang penanaman diameter 20 cm dan dalam 25 cm. Tiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 5 kg/lubang dan TSP sebanyak 10 gram/lubang sebagai pupuk dasar. Jarak tanam antara 100 X 100 cm. Bibit yang telah disiapkan pada plastik langsung dimasukkan ke lubang tanam dan ditutup dengan tanah sampai rata. Agar bibit yang ditanam tumbuh dengan baik maka harus dijaga kelembabannya sampai bibit benar-benar tumbuh dengan baik dengan cara memberikan pengairan yang cukup.
3. Pemeliharaan.
Pemeliharaan terutama dengan pemupukan, pengairan, penyiangan, pandangiran dan pemberantasan hama penyakit.
4. Panen
Panen Jati Belanda dilakukan dengan cara memotong ranting tanaman dengan gunting tanaman atau sabit, kemudian daun dipetik dan dikumpulkan dalam wadah, selanjutnya ditimbang untuk mengetahui hasil produksinya.
5. Pascapanen.
Hasil panen dilakukan perempelan, sortasi, penyucian, penirisan, pengeringan. Bahan yang disortasi untuk memisahkan bahan asing yang melekat. Setelah bahan bersih dari pencemaran kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering konstan. Bahan yang sudah kering kemudian dikemas dalam kantong plastik dan ditutup rapat.
6. Produksi
Produksi daun Jati Belanda yang di tanam dengan jarak 1 X 1 m menghasilkan daun produksi kering 12.226 kg/ha. Semakin tua tanaman akan semakin banyak produksinya.
FITOKIMIA.
Daun Jati Belanda mengandung triterpan, atau sterol, alkaloid, saponin, cardenolin dan bufadienol, flavonoid, tanin dan polofenol, antrakinon.
Sumber : BPTO (Balai penelitian Tanaman Obat) Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah.

GOTU KOLA
( Centella Asiatica ( L.) Urb.)
BOTANY
Gotu Kola of included into set of relatives Apiaceae. Grow to creep acauline, with short rhizome and runners are long.
Flower, compound, emerge from leaf axil, form of red colour statue or turned white.
Fruit of in form of box, egg globularity, long 1 mm, hard of young time become green after stripper hitam,Akar ride, brown.
SECURITY AND USEFULNESS
In madagaskar have been done by clinical trial for the result and leprosy ailment is very positive.
1. For fever drug take herb of gotu kola of fresh counted 50 gram, cleaned and braised by 2 water glass until boiling or decoction water remain the half is then filtered and hushed until it was cool, then drinked at the same time. Done curative counted 3 times a day, morning, evening and noon with time interval of 6 hour.
2. To take care of health. Leaf consumption gotu kola of still fresh be young counted 100 gram every day as vegetable.
Gotu kola conducting better be done in open farm and getting enough sunshine. As for sequence technique cultivation of gotu kola is as follows;
1. Nursery bed.
For making seed, select;choose bydm soriyt from fertile runner and have been is old with leaf about 2-3 sheet, abstract precautionsly so that the root not damage. The bydm soriyts then plant in place seedbeds with good medias. Evening and morning take bath for taking care of the dampness. Seed ready moved to farm after yielding 4-6 leaf or of old age about 6 week.
Processing of farm started with hoing farm in flatten in more or less 25 cm, at the same time cleared of the rooting and weed. Farm then given by manure with dose of 10 ton/ha, then made by bed of the size wide 1m, 25 high cm and length correspond to situation of farm. After seed made ready hence seed can be moved to farm. Things needing pay attention to is time of evacuation must be done precautionsly so that root don't destroyed. Plant seed in bed with plant spacing 20x20cm. Usually for one farm hectare need to 100.000 seed.
Most important conservancy is irrigating and mowing. Gift of crop fertilizer can be done after crop 1 month of in farm. Give nitrogen fertilizer with dose of 300 kg/ha. Pesticide is not suggested to be used. If happened attack of disease pest hence eradication can be done by the way of mechanical that is throwing away or burn crop which attacked.
Harvest gotu kola is done after crop of old age about 3 month;moon in farm. Way of correct crop that is abstracting crop with the root, is then collected in place of clean. If will be consumed by fresh hence clean washable leaf and direct can be applied. If will be applied as component of standard entertained hence require to former dried.
First time gotu kola herb is washed until cleanness, than leak or dried with wind about 1 night. In a state of this material disortasi for removing impurities which brought during processing hereinafter. After material clear of contamination then dried below/under sunshine until drought, ( the sign is material easy to broken). Material which have running dry or called as this simplisia is tidy with plastic sack;bag and is called a meeting to order or if will be consumed to earn applied direct.
Fresh leaf production with intensive leaf can reach 28 ton/ha. From this result will be obtained by simplisia celery counted 5 ton/ha. Ethanol assay result of 70% in BPTO obtained by result counted 18,42% brown green chromatic and felt is bitter.
PHYTOCHEMISTRY
Oleaginous gotu kola herb of volatile, asiatikosida and sour asiatikat that is brahmosida, thunkunisida, alkaloid hidrokoyilin and saponin.
Balai Penelitian Tanaman Obar (Hall Research Of Crop Medicinizeed) ( BPTO-Tawangmangu)


PEGAGAN
(Centella Asiatica (L.) Urb.)
BOTANI
Pegagan termasuk ke dalam famili Apiaceae. Tumbuh merayap tanpa batang, dengan rimpang pendek dan geragih-geragih jalar panjang.
Daun tunggal, duduk dalam roset akar, bentuk ginjal atau bulat, pangkal bertoreh, tepi bergerigi, panjang 2-8 cm, lebar 2-8 cm, permukaan halus berwarna hijau atau hijau keunguan.
Bunga, majemuk, muncul dari ketiak daun, bentuk patung warna kemerahan atau putih.
Buah, kotak, bentuk bulat telur, panjang 1 mm, keras waktu muda hijau setelah tua hitam,Akar tunggang, warna coklat.
KEGUNAAN DAN KEAMANAN.
Penggunaan secara empiris oleh masyarakat dinyatakan sebagai obat untuk peluruh air seni, penurun panas, merangsang nafsu makan, memperbaiki pencernaan, untuk obat sukar buang air besar, membersihkan dan mengobati luka. Sedangkan hasil analisis farmakologi ekstrak herba pegagan dilaporkan bermanfaat sebagai obat anti rematik, deuritik, sedatif dan vasodilator periferal.
Di madagaskar telah dilakukan uji klinis untuk penyakit lepra dan hasilnya sangat positif.
Walaupun banyak kegunaannya namun kelebihan dosis atau pemakaian agak lama pada kulit dapat menimbulkan efek narkotik, sakit kepala, vertigo, dan pada individu yang sensitiif dapat menimbulkan koma.
KASIAT DAN PEMANFAATAN EMPIRIS
1. Untuk obat demam dipakai herba pegagan segar sebanyak 50 gram, dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih atau air rebusan tinggal setengahnya lalu disaring dan didiamkan sampai dingin, kemudian diminum sekaligus. Pengobatan dilakukan sebanyak 3 kali sehari, pagi, siang dan sore dengan interval waktu 6 jam.
2. Untuk menjaga kesehatan. Konsumsi daun pegagan segar yang masih muda sebanyak 100 gram setiap hari sebagai sayuran.
BUDIDAYA
Budidaya pegagan sebaiknya dilakukan di lahan yang terbuka dan mendapat sinar matahari cukup. Adapun teknik urutan penanaman pegagan adalah sebagai berikut;
1. Pembibitan.
Untuk membuat bibit, pilih tunas dari stolon yang subur dan telah tua dengan daun kira-kira 2-3 helai, cabut secara hati-hati agar akarnya tidak rusak. Tunas-tunas tersebut kemudian tanam di tempat persemaian dengan media yang baik. Siram pagi dan sore untuk menjaga kelembabannya. Bibit siap dipindah ke lahan setelah menghasilkan 4-6 daun atau berumur kira-kira 6 minggu.
2. Pengolahan lahan dan penanaman.
Pengolahan lahan dimulai dengan mencangkul lahan secara merata sedalam lebih kurang 25 cm, sambil dibersihkan dari gulma dan pengakarannya. Lahan kemudian diberi pupuk kandang dengan dosis 10 ton/ha, lalu dibuat bedengan dengan ukuran lebar 1m, tinggi 25 cm dan panjangnya menyesuaikan dengan keadaan lahan. Setelah bibit siap maka bibit dapat dipindah ke lahan. Hal yang perlu diperhatikan adalah saat pemindahan harus dilakukan secara hati-hati agar akar tidak rusak. Tanam bibit dalam bedengan dengan jarak tanam 20x20cm. Biasanya untuk satu hektar lahan dperlukan 100.000 bibit.
3. Pemeliharaan
Pemeliharaan yang paling utama adalah penyiangan dan pengairan. Pemberian pupuk tanaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur1 bulan di lahan. Beri pupuk nitrogen dengan dosis 300 kg/ha. Pestisida tidak dianjurkan untuk digunakan. Jika terjadi penyerangan
4. Panen.
Panen pegagan dilakukan setelah tanaman berumur kira-kira 3 bulan di lahan. Cara panen yang tepat yaitu mencabut tanaman dengan akarnya, kemudian dikumpulkan dalam wadah yang bersih. Jika akan dikonsumsi segar maka daun dapat dicuci bersih dan langsung dapat digunakan. Jika akan digunakan sebagai bahan
5. Pasca panen
Pertama kali herba pegagan dicuci dengan air sampai bersih, kemudain ditiriskan atau diangin-anginkan kira-kira 1 malam. Dalam keadaan ini bahan disortasi untuk memindahkan bahan asing yang terbawa selama proses selanjutnya. Setelah bahan bersih dari pencemaran kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering, (tandanya adalah bahan mudah dipatahkan). Bahan yang sudah kering atau disebut simplisia ini dikemas dengan kantong plastik and ditutup rapat atau jika akan dikonsumsi dapat langsung digunakan.
PRODUKSI
Produksi daun segar dengan daun yang intensif dapat mencapai 28 ton/ha. Dari hasil ini akan diperoleh simplisia seledri sebanyak 5 ton/ha. Hasil penetapan kadar etanol 70% di BPTO diperoleh hasil sebanyak 18,42% berwarna hijau kecoklatan dan terasa pahit.
FITOKIMIA
Herba pegagan mengandung minyak atsiri, asiatikosida dan asam asiatikat yaitu brahmosida, thunkunisida, alkaloida hidrokoyilin dan saponin.
Analisis nutrisi menunjukkan bahwa daun pegagan kaya akan kandungan vitamin antara lain 6580 µg betakaroten, 0,15 mg thiamine, 0.14 mg riboflafin, 1,2 mg niacin dan 4 mg asam askorbat.
Balai Penelitian Tanaman Obat. (BPTO-Tawangmangu)
Sambiloto is sodium crop as of season coming into familia Achanthaceae. Recognized easiest characteristic is all part of crop felt is bitter. Plant height can reach 80 cm. Propagation of crop can be done with seed.
Part of crop which applied is leaf.
As drug diabetes, take sambiloto counted approximately of fresh 5 leaf gram, pour boiling water into by hot 1 water glass ( matured), after chilling then filtered. Filter result then drinked one day 2 same times;rill many, evenings and morning after eating.
SALAM
( Eugenia polyantha Wight.)
Greeting crop is chronical crop coming into familia Myrtaceae. Plant height can reach 25 metre. Propagation of crop can be done with seed, transplanted, cutting.
Part of crop which applied is leaf, but bar husk, root and fruit also as drug.
For drug diabetes, take greeting leaf of 7 sheet, braise by clean 2 water glass until remaining 1 glass. After made cool then the water drinked 2 times;rill one day each a half of glass.
KUMIS KUCING
( Orthosiphon spicatus B.B.S)
Catkin crop is annual bush crop. Kumis Kucing included in familia Lamiaceae. Plant height can reach 150 cm. Part of crop which applied is leaf.
For drug diabetes, take approximately of fresh 25 leaf gram, cucia and braise by 2 water glass during 15 minute. Decoction result is drinked one day twice evening and morning. Each time drink a half of glass.
PULE.
( Aistonia scholaris R.Br.)
Pule is tree crop , enter in familia Apocinaceae. High of tree can reach 25 metre. crop marking, Bark likely bitter. Way of the breeder with bar cutting. Part of crop which applied is bar husk.
For diabetes drug , take bar husk counted approximately of 2 finger, cut to pieces to need him(it, is then braise by clean 3 water glass until remaining the half water. After made cool, then filter and drink half hour after eating, twice one day. Each menu counted ¾ glass.
BUNGUR
( Lagerstroemia speciosa Pers.)
Plant Bungur is small tree or clump crop, mauk into familia Lythraceae. High of tree can reach 7 metre. Part of crop which applied is leaf.
Clean 8 leaf sheet bungur fresh [so/till] clean, then braised by 3 water glass until remaining 1 glass. After made cool then filter and drink at the same time at morning.
( Anacardium occidentale L.)
Crop Jambu Mede is tree crop. High of tree can reach 12 metre, enter in familia Anacardiaceae. Propagation of tanamana can be done with seed, grafting or transplantation
Part of crop which applied is bar husk.
Its way:
Clean 15 bar husk gram jambu mede until cleanness then cut to pieces needing him(it. Rebus by 3 water glass until remaining 1
MAHONI
( Swietenia mahagoni Jacq.)
Crop Mahoni merupaka tree crop. High of tree can reach 25 metre. This crop in
Pour boiling water into semi seed powder teaspoon mahoni by hot 1/3 water cup. Drink whilst still heat 30 minute before eating. Do 2-3 times;rill one day

Ingin Mencetak ARTIKEL Ini?, Silakan KLIK Link Berikut
(Print this page)

