EKOR KUCING
Daerah : Jawa : Ekor Kucing, Sunda : Talianjing, Ternate : Lofiti
Asing : Cat’s tail, Gou Wei Hong (Cina)
Sifat Kimiawi : Kaya kandungan kimia antara lain acalyphin, flavonoid, saponin, tanin. Penutup luka dan Peluruh air seni.
Efek Farmakologis : Dalam farmakologi Cina, tanaman ini bersifat Rasa manis, Sejuk, Kelat dan menghentikan pendarahan.
Bagian tanaman yang digunakan : Untai bunga dan daun.
Cara budidaya : Perbanyakan tanam-an dg menggunakan stek batang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pe-mupukan terutama pupuk dasar
1. MUNTAH DARAH : Bunga di kunyah mentah bersama pinang putih, kalau perlu tambah jahe sedikit, kencur, daun pule yang masih muda. Lakukan sepanjang hari. Atau bunga dilumatkan bersama gula sama banyak, makan.
2. DISENTRI : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
3. RADANG USUS : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
4. CACINGAN : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
5. KUSTA : Daun secukupnya di cuci bersih, tambahkan kencur secukupnya, ditumbuk halus sampai jadi seperti bubur. Di pakai untuk mengoles bagian badan yang luka.
DANDANG GENDIS
Nama latin: Clinacanthus nutans
Nama daerah: Kitajan; Gendis
Deskripsi tanaman: Tanaman perdu tahunan, tinggi lebih kurang 2,5 meter. Batang berkayu, tegak, beruas, dan berwarna hijau. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lanset, panjang 8-12 mm, lebar 4-6 mm, bertulang menyirip, berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, di ketiak daun dan di ujung batang, mahkota bunga berbentuk tabung, panjang 2-3 cm berwarna merah muda. Buah kotak, bulat memanjang berwarna cokelat.
Habitat: Tumbuh liar di pekarangan dan sebagai tanaman pagar pada ketinggian 1-900 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Alkaloid; Saponin; Minyak atsiri
Khasiat: Antidiabetik; Diuretik
Nama simplesia: Clinacanthai nutans Folium
RESEP TRADISIONAL:
Daun dandang gendis segar 7 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau seduhan, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
DARUJU
Nama latin: Acanthus ilicifolium L.
Nama daerah: Druju; Jruju; Jaruju; Jeruju
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, semusim, tinggi lebih kurang 1 meter. Batang bulat lunak, bercabang, warna hijau keputihan. Daun tunggal, bertulang menyirip, bentuk bulat telur, tepi berduri, berwarna hijau. Bunga tunggal di ketiak daun dan di ujung batang, bermahkota enam membulat berwarna kuning. Buah kotak, bentuk tabung, beruang enam dan berwarna hijau.
Habitat: Tumbuh liar di daerah pantai, tepi sungai tanah berlumpur dan berair payau.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Asam fenolat; Asam p-kumarat; Asam p-hidroksi benjoat
Khasiat: Ekspektoran; Antifogistik
Nama simplesia: Acanthi Radix
RESEP TRADISIONAL:
Akar daruju 7 g; Daun dewa segar 4 g; Herba benalu 3 g; air 120 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Akar daruju 7 g; Rimpang temu lawak segar 7 g; Herba meniran 7 g; Air 130 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml
DAUN DEWA
Nama latin: Gynura procumbens (Lour.)Merr.
Nama daerah: Beluntas cina
Deskripsi tanaman: Tanaman semak semusim, tinggi 10-25 cm, berbatang lunak, berambut halus, warna ungu kehijauan. Daun tunggal, bentuk bulat telur, berbulu lebat, permukaan atas hijau, bawah ungu. Bunga majemuk berbentuk tongkat, berbulu, kelopak hijau, mahkota berwarna kuning. Buah kecil berwarna coklat.
Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman dengan rincian - DAUN berguna untuk luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, haid tidak teratur dan digigit binatang berbisa. UMBI - untuk menghilangkan pembekuan darah, pembengkakan tulang patah, pendarahan nifas.
Cara budidaya : Perbanyak tanaman dengan menggunakan stek batang atau stump. Stek dari batang yang keras 5-10 cm. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan dasar.
Kandungan kimia: Saponin; Flavonoid
Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat anti coagulant (mencairkan bekuan darah), stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun. Dalam farmakologi cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa khas dan sifat netral.
Khasiat: Antipiretik; Anti inflamasi
Nama simplesia: Gynurae Folium
RESEP TRADISIONAL:
Kanker:
Daun dewa segar 4 g; Akar daruju 7 g; Herba benalu 3 g; air 120 ml, Ditumbuk; ditambah air mendidih; disaring, Diminum 1 hari sekali 100 ml; selama 30 hari.
Tekanan darah tinggi:
Daun dewa segar 3-7 helai; buah mengkudu muda 1 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1-2 kali sehari 100 ml; selama 1 bulan.
Kencing manis:
Daun dewa 5 helai; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Pembersih luka:
Daun dewa secukupnya; Air secukupnya, Daun dewa ditumbuk halus lalu dimasukkan ke dalam air, Luka yang kotor dimasukkan ke dalam air yang dicampur daun dewa
DAUN DUDUK
Nama latin: Desmodium triquitrum
Nama daerah: Genteng cangkeng; Ki congcorang; Cencer; Potong kujang; Gerji; Gulu walang
Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi lebih kurang 3 meter. Batang berkayu, bulat beruas, permukaan kasar, diameter lebih kurang 2 cm berwarna cokelat. Daun tunggal, berseling, berbentuk lanset, panjang 10-20 cm, lebar 1-2 cm, bertulang menyirip, daun muda berwarna cokelat setelah tua berwarna hijau. Bunga majemuk berbentuk mulai tumbuh di ujung batang, mahkota putih keunguan berbentuk kupu-kupu. Buah polong, masing-masing 4-8 biji, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna cokelat
Habitat: Tumbuh ditempat terbuka dengan cahaya matahari cukup, sedikit naungan serta tidak begitu kering pada dataran rendah sampai 1500 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Alkoloid hepaforina; Trigonelina; Tanin
Khasiat: Anti inflamasi; Antipiretik; Diuretik; Stomakik; Paratisid
Nama simplesia: Desmodii triquetri Folium
RESEP TRADISIONAL:
Batu ginjal:
Daun duduk segar 6 g; Daun keji beling segar 3 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Radang amandel:
Daun duduk segar 7 helai; Daun sirih segar 2 helai; Herba pegagan segar 1 genggam; Rimpang kunci pepet 5 rimpang; Air 1 gelas, Dipipis, Untuk berkumur 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali 1/2 gelas.
Wasir:
Daun duduk segar 6 g; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
DAUN ENCOK
Nama latin: Plumbago zeylanica L.
Nama daerah: Ki encok; Poksor; Bawa; Kareka
Deskripsi tanaman: Tumbuhan semak berbatang lunak, dan tumbuh berumpun. Bentuk daun bulat telur, bunga berwarna putih dalam tandan. Buah memanjang kecil dengan bulu kasar yang berperekat, berwarna hijau waktu muda.
Habitat: Tumbuh liar di tepi-tepi sungai dan di pagar-pagar rumah di pegunungan.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar
Kandungan kimia: Plumbagin; Zat samak
Khasiat: Analgesik; Antibengkak; Antimikroba
Nama simplesia: Plumbaginis Folium
RESEP TRADISIONAL:
Sakit pegal linu:
Daun Encok 5 lembar; Daun seligi 1 genggam; Tikel balung 3 ruas; Daun kecubung 3 lembar, Semua bahan ditumbuk halus lalu direndam dalam alkohol 70 persen minyak gondopuro dan minyak serai (dengan perbandingan 3:2:1)atau alkohol 150 cc; gondopuro 110 cc; minyak serai 50 cc, Direndam lalu dioleskan pada tempat yang sakit.
DAUN JINTEN
Nama daerah: Sukan; Ajeran; Daun kucing; Daun kambing
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat. Daun tunggal, mudah patah, bentuk bulat telur, tebal, tepi beringgit, berambut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Bunga majemuk, berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok warna ungu.
Habitat: Tumbuh baik pada dataran rendah sampai 1100 m dpl, dibudidayakan sebagai tanaman hias.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Fenol; Kalium
Khasiat: Ekspektoran; Antiseptik; Karminatif
Nama simplesia: Plectranthi amboinici Herba
RESEP TRADISIONAL:
Batuk:
Daun jinten segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 14 hari
Sariawan perut:
Daun jintan segar 1 g; Daun saga segar 3 g; Herba pegagan segar 3 g; Daun Sirih segar 3 helai; Kulit kayu turi 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus); apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari.
Sakit kepala:
Daun jinten segar 2 helai; Daun legundi segar 2 helai; Rimpang jahe merah 1 rimpang; Rimpang bangle secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan ke pelipis dan di belakang telinga; bila ada; dapat ditambahkan minyak kelonyo.
DAUN KAKI KUDA / Pegagan
Nama latin: Centella asiatica Urb
Nama daerah: Pegagan; Gagain; Pegaga; Penggaga; Ganggagan; Bagigan; Kerok; Calingan.
Deskripsi tanaman: Tanaman penutup tanah, termasuk tumbuhan herba dengan batang horizontal, setiap ruas keluar akar dan menjalar ditanah. Daun berbentuk ginjal, bergerigi, dan pada pangkal berbentuk pelepah. Bentuk bunga panjang berkelopak 2-3, berhadapan dengan daun. Perbanyakan dengan tunas akar.
Habitat: Tumbuh liar ditanah yang agak lembab di daerah dengan ketinggian 1-2500 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Glikosida asitikosida; Velarin; Alkolisulfat; Damar; Tanin.
Khasiat: Antipiretik; Diaforetik; Diuretik; Infeksi
Nama simplesia: Centellae Herba
RESEP TRADISIONAL:
Sakit maag dan Perut kembung:
Pegagan 5 g; Pupus pepaya 1 g; Adas 7 g; Jinten 3 g; Kencur (diparut)5 g; Sembung legi 5 g; Daun pooh 6 g; Pulosari 5 g; Ketumbar 2 g; Falerian 10 g; Air 500 ml, Semua bahan direbus, Diminum untuk 1 hari.
Demam dan Menambah nafsu makan:
Herba pegagan 5 g; Air secukupnya, Diseduh, Diminum sebagai pengganti air teh.
Asma dan Batuk:
Herba pegagan segar 2 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; selama 14 hari.
Sariawan usus dan Disentri:
Herba pegagan segar 2 genggam; Rimpang kunyit segar 1 jari; Rasuk angin (serbuk)1 sendok teh; Ketumbar 9 butir; Air 110 ml, Ditumbuk; Tambahkan air; Disaring; Dididihkan, Diminum 1 kali sehari 100 ml; selama 7 hari.
Wasir:
Herba pegagan segar 2 genggam; Daun wungu 7 helai; air 110 ml, Ditumbuk; tambahkan air; disaring dan dididihkan, Diminum 1 kali sehari 100 ml; selama 30 hari.
DAUN SALAM
(Syzygium polyathum (weight.) Walp. )
Famili : Myrtaceae
Daerah : meselangan, ubar serai, gowok, manting atau kastolam.
Asing :
Sifat Kimiawi : Minyak Atsiri (0.05%) yang mengandung sitral, eugenol, Tanin dan flavonida.
Efek Farmakologis : Daun - rasa kelat dan wangi, Astringent, memperbaiki sirkulasi.
Bagian tanaman yang digunakan : Daun, kulit batang, buah dan akar.
Pohon salam tumbuh liar di hutan, di daerah pegunungan maupun ditanam di halaman rumah sebagai tanaman bumbu. Tumbuhan berbatang besar dan tinggi ini, tingginya bisa mencapai 25 m. Daunnya yang rimbun, berbentuk lonjong / bulat telur, berujung runcing bila diremas mengeluarkan bau harum. Bunganya putih dan harum. Buahnya keciI-kecil sebesar buni dan rasanya sedikit sepat. Ketika masih muda buahnya berwarna hijau, kemudian kalau sudah tua berwarna merah kehitaman.
1. Diare : Daun 15 gr dicuci, direbus dengan 1 gls air selama 15 mnt, tambah sedikit garam, saring lalu diminum sekaligus. Bisa juga kulit batang dipotong lalu diminum seperti teh.
2. Kencing Manis : Daun 7 lbr dicuci bersih, direbus dengan 3 gls sampai menjadi 1 gls, disaring dan diminum untuk 2x.
3. Maag : Daun 15-20 lbr, cuci dan rebus dengan 0.5 ltr air sampai mendidih, tambahkan gula merah secukupnya dan minum sebagai teh.
4. Mabuk alkohol : Satu genggam buah salam masak dicuci bersih, ditumbuk sampai halus, peras dan saring lalu minum.
5. Kudis, gatal : Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai manjadi adonan seperti bubur, balurkan ketempat yang sakit.
DAUN SENDOK
Nama latin: Plantago major L.
Nama daerah: Daun urat; Ekor angin; Ekor menjangan; Ki urat; Ceuli uncal; Meloh kiloh; Otot-ototan; Sembung otot; Suri pandak; Sang koba; Terongoat
Deskripsi tanaman: Tumbuhan terna tahunan, berkembang secara luar biasa dengan rimpang tegak, tinggi tanaman 60-80 cm.
Habitat: Tumbuh di tanah yang disinari matahari atau agak teduh, dipinggir-pinggir jalan berumput dan di lapangan rumput, di hutan atau tempat terbuka.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman
Kandungan kimia: Lendir; Asam D-galakturonat; Pluntagon; ankobin(glikosid); Nivertin; Emulsin(enzim); Vitamin C; Alkaloida; Tanin; Minyak lemak
Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik; Antipiretik; Ekspektoran
Nama simplesia: Plantaginis majoris herba
RESEP TRADISIONAL:
Bisul:
Seluruh tanaman daun sendok 3 tanaman; air 2 gelas, Campuran direbus sampai diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 1 kali 1 gelas.
Kudis:
Daun sendok segar 7 lembar; Daun sambiloto segar 7 lembar; air 2 gelas, Campuran direbus hingga diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 2 kali; 1 gelas.
Batu ginjal:
Herba daun sendok segar 7 g; Akar alang-alang 7 g; Daun keji beling segar 2 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Herba meniran segar 2 g; Air 130 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; apabila dibuat pipisan; diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.
Hepatitis dan Radang usus:
Herba daun sendok segar 1 genggam; Rimpang temu lawak segar 7 keping; Air secukupnya, Rimpang temu lawak segar disangrai; kemudian dipipis bersama herba daun sendok, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari sampai 14 hari.
Rematik:
Herba daun sendok segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang sakit; diperbaharui setiap 3 jam sekali.
Wasir:
Herba daun sendok segar 1 genggam; Daun wungu segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 14 hari.
DAUN SERIBU
Nama latin: Achillea millefolium
Nama daerah: Godong sewu; Daun hidung berdarah; Gandana; Momadra
Deskripsi tanaman: Herba (Rumput - rumputan)tinggi 15-50 cm. Daun bercangap menyirip, pada masa vegetatif, daun tumbuh membentuk roset, karena batang belum muncul di atas tanah, lebar anak daun hanya 2 mm. Bunga pada tandannya membentuk payung berwarna kemerahan atau putih, tabungnya berwarna kuning, pada saat berbunga tangkainya tumbuh cepat sehingga tampak ruasnya memanjang. Buahnya kecil-kecil dan kulit tidak pecah.
Habitat: Tumbuh baik pada ketinggian tempat 900-1500 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Akhileina; Stakhidrina; Kholina; Polina; Apigenin; Inulin; Flavon; Glikosida benzaldehidsianhidrin; Zat samak; Asparagin; Minyak lemak.
Khasiat: Diaforetik; Antipiretik; Diuretik; Hipotensif; Antiseptik.
Nama simplesia: Achilleae millefolli Herba
RESEP TRADISIONAL:
Gangguan syaraf:
Daun seribu kering 30 g; Air 2 gelas, Daun direbus hingga cairannya tinggal 1 gelas, Diminum setiap jam
Gangguan pencernaan:
Daun seribu ditumbuk halus 1 sendok makan; Madu 1 sendok makan, Keduanya diaduk menjadi satu, Sehari minum 3 kali; tiap kali minum 1 cangkir; setiap hari hendaknya makan buah pepaya.
DAUN SIRIH
Nama latin: Piperbetie L.
Nama daerah: Sirih; Suruh
Deskripsi tanaman: Perdu, merambat, batang berkayu, berbuku-buku, bersalur, berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua, yang sudah bisa dipetik biasanya sudah selebar 10 cm, panjang 15 cm. Buah buni, bulat, berwarna hijau keabu-abuan.
Habitat: Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang lembab.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Eugenol; Metil eugenol; Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Kalribetol; Sineol; Estragol; Karoten; Tiamin; Riboflavin; Asam nikotinat; Vitamin C; Tanin; Gula; Pati; Asam amino
Khasiat: Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Antiseptik
Nama simplesia: Piperis Folium
RESEP TRADISIONAL:
Daun sirih 2 helai; Cabai jawa 3 buah; Lempuyang emprit 1 rimpang; Beras sedikit; Air sedikit; Arak secukupnya, Ramuan dihaluskan dengan bantuan sedikit air; kemudian ditambah arak secukupnya, Digosokkan pada kaki yang bengkak sebelum tidur.
Keputihan:
Daun sirih 2 helai; Daun Jambu biji 5 helai; Air 210 ml, Dibuat infus, Dicebokkan 2 kali sehari.
Malaria:
Daun sirih segar 20 helai; Daun sembung 20 helai; Daun asam 1 genggam; Daun beluntas 20 helai; Kulit kayu pulai 3 jari tangan; Air 2 panci, Dididihkan, Uapnya digunakan untuk mandi ukub(mandi uap).
Napas/mulut bau:
Daun sirih 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 50 ml.
Nyeri sendi:
Buah sirih 5 butir; Lempuyang emprit 1 rimpang; Ragi secukupnya, Dihaluskan ditambahan arak, Digosokkan pada tempat yang nyeri.
Pendarahan hidung(mimisan):
Daun sirih, Diremas dan digulung, Dimasukkan ke dalam hidung.
Radang mulut:
Daun sirih 2 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 100 ml.
Suara parau dan Batuk:
Daun sirih 2 g; Buah kapulaga 1 g; air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
DAUN WUNGU
Nama latin: Graptophyllum pictum (L.)Griff.
Nama daerah: Daun putri; Demung; Tulak; Puding; Daun ungu
Deskripsi tanaman: Tumbuhan perdu, tinggi lebih kurang 8 meter. Daun berbentuk lonjong, berhadapan, berlendir. Bunga berbentuk bintang, keluar dari pucuk daun, kelopak bunga besar dan berbentuk daun, warna putih.
Habitat: Tumbuh di dataran rendah sampai 1250 m dpl, sebagai tanaman hias atau tanaman pagar.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Lendir; Alkaloid; Steroida; Tanin
Khasiat: Diuretik; Laksatif
Nama simplesia: Graptophylli Folium
RESEP TRADISIONAL:
Daun wungu segar 7 helai; Rimpang temu lawak 5 keping; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari.
Wasir:
Daun wungu segar 7 helai; Daun duduk 7 helai; Menyan madu 1/2 sendok teh; Norit 1/2 tablet; Air secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 1 kali tiap kali 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.
Bisul:
Daun wungu beberapa helai; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bisul atau bagian kulit yang bengkak.
DELIMA PUTIH
Nama latin: Punica granatum L.
Nama daerah: Dalima; Glima; Dalimo; Gangsalan; Talima; Dilimene
Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, bulat, bercabang, berduri, batang muda berwarna cokelat setelah tua berwarna hijau kotor. Daun tunggal, bentuk lanset, panjang 1-8 cm, lebar 5-15 mm, bertulang menyirip, warna hijau. Bunga tunggal di ujung cabang, mahkota membulat berwarna merah atau kuning. Buah buni, bulat, diameter 5-12 cm, warna hijau kekuningan.
Habitat: Tanaman ini banyak tumbuh liar dihutan-hutan atau di tanam dikebun sebagai tanaman hias/buah-buahan.
Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu ; Kulit buah ; Akar
Kandungan kimia: Alkaloid tropan; Tanin; Gula; Triterpenoid; Glukosida; Estron; Lendir
Khasiat: Antelmintik; Astringen
Nama simplesia: Granati Cortex, Granati fructus Cortex, Granati Radix
RESEP TRADISIONAL
Disentri:
Daun delima putih segar 5 g; Rimpang temu giring 2 g; Daun jambu biji segar 6 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari.
Keputihan:
Kulit buah delima segar 5 g; Daun beluntas segar 6 g; Herba tapak liman 5 g; Majakan 1 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari
Obat cacing:
Akar delima putih 1 jari; Rimpang temu giring segar 1 jari; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 4 hari.
DUWET
Famili : Euphorbiaceae
Daerah : Sunda : Jamblang. Dalas, dhuwak. Bali : juwet.
Asing :
Sifat Kimiawi : kaya kandung an kimia, yang sudah di keta-hui antara lain è Buah : zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus dan glicosida. Biji : tanin, asam galat, glukosida phytomelin, alfa‑phytostcrol yang bersifat anticholesteremik. Kulit : Zat samak
Efek Farmakologis : Tanaman ini memiliki sifat Rasa manis, Netral, astringent antimalline, anticholesteremik, anti ‑ diabeticum.
Bagian tanaman yang digunakan : Bunga, biji dan kulit.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban dan pe-mupukan terutama pupuk dasar.
Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1. NGOMPOL : 7 butir biji juwet di giling sampai halus, lalu di rebus dengan 2 cangkir air bersama gula jawa. Sampai airnva tinggal separonya. Minum setiap hari 1 cangkir sekitar jam 5 sore sampai sembuh.
2. MENCRET karena masuk angin, Udara dingin dll : Kulit dahan sekitar 1 jari kering, direbus dengan 2 gelas air mendidih jadi 1 gelas. Saring, minum.
3. DIABETES (KENCING MANIS) : Biji 15 butir ditumbuk halus, bus dengan 2 gelas air sampai jadi satu gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan minum untuk satu hari. Ulangi setiap hari sampai badan tcrasa segar dan tidak lesu lagi. Atau è Kulit pohon duwet 250 gr (basah), di potong ‑ potong, rebus dengan 3 gelas air samapai jadi 2 gelas.disaring, minum sedikit‑sedikit sampai habis dalam satu hari.

Ingin Mencetak ARTIKEL Ini?, Silakan KLIK Link Berikut
(Print this page)

