CENDANA

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar

CENDANA

(Santalum album Linn )

Famili : Spermatophyta
Daerah : Cendana, Tindana, Sindana, Candana, Dana, Ayu luhi (Gorontalo)
Asing :
Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain - minyak terbang.
Efek Farmakologis : Sifat - berbau harum, anti radang, anti disentri, emenagogum.

Bagian tanaman yang digunakan : Kayu, kulit dan minyaknya.
Cara budidaya : Perbanyak tanaman dengan biji, cangkokan dan okulasi, pemeliharaannya mudah, pupuk dasar dan cukup air serta sinar.

Resep tradisional:

1. Gonore Virulenta : Kayu digiling dan ditambah air atau olesi dengan minyak cendana dan tempelkan ketempat yang sakit
2. Emenagogum (pembersih haid) : kulir ditambah air, digiling, disaring dan minum airnya.

طوبى لمن شغله عيبه عن عيوب الناس
READ MORE

CEGUK

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar



CEGUK


Nama latin: Quisqualis indica L

Nama daerah: Dani; Udani; Wudani; Bidani; Kacekluk; Cekluk; Wedani; Saradengan; Tikao.

Deskripsi tanaman: Perdu merambat, panjang batang sampai 5 meter. Batang berkayu, bercabang-cabang, cabang muda berwarna hijau, berduri. Daun tunggal, bulat telur. Perbungaan bentuk bulir, terdapat di ketiak daun dan di ujung cabang. Kelopak berwarna hijau kekuningan. Putik berwarna putih sampai merah tua. Buah tergolong buah batu, biji kecil, pipih berwarna hitam. Akar tunggang.

Habitat: Tumbuh di dataran rendah dalam semak belukar dan sebagai tanaman pagar.

Bagian tanaman yang digunakan: Biji

Kandungan kimia: Trigonelina; Minyak lemak; Gom; Resin

Khasiat: Antelmintik; Tonik

Nama simplesia: Quisqualidis indicae semen


Resep tradisional: 
 
Obat cacing
Biji ceguk 5 butir; Air 1 cangkir, Biji ceguk ditumbuk; kemudian direbus hingga 1/2 cangkir, Diminum 2 kali sehari.

READ MORE

CERME

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar

CERME

( Phyllanthus acidus (L.) Skeels.)

Famili : Euphorbiaceae

Daerah : Aceh : Ceremoi, Jawa : Cerme, Madura: Careme, Sunda : Careme, Bali : Cermen, Bugis: Caramele, Bima: Sarume, Ternate : Ceremin

Asing : Country gooseberry

Sifat Kimiawi : Kaya kandungan kimia antara lain Daun, batang : Tanin, Saponin, flavonoida & polifenol. Kayunya : Tanin, Saponin, flavonoida, polifenol & alkaloid.

Efek Farmakologis : Daun cerme berkhasiat untuk urus-urus dan obat mual, akar untuk asma dan daun muda untuk sariawan. Sifatnya - anti inflamasi, anti radang, mencegah muntah. Biji dan akar merupakan “purgans” yang kuat.

Bagian tanaman yang digunakan : Daun, Daun muda dan akar.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan (jangan pakai pupuk kimia).

Resep tradisional:

1. Urus-urus : daun sebanyak sekitar 3 gr dicuci, dikeringkan, tumbuk halus dan seduh dengan 1/2 gls air matang, dinginkan dan minum semuanya.
2. Mual : Beberapa daun dikunyah, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
3. Asma : beberapa akar kering (1 gr) digiling halus, seduh dengan air panas, minum (hati hati karena akarnya agak beracun)
4. Sariawan : seperti no. 2
5. Bubulen : akar segar ditumbuk dan tempelkan ketempat yang sakit
6. Kegemukan : minum teh daun cerme yang dikeringkan, penggunaan harus terbatas dan jaga efek samping.
READ MORE

CINCAU RAMBAT

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar

CINCAU RAMBAT

(Cyclea barbata Miers)

Famili :   Menispermaceae

Daerah :  Camcauh, juju, tarawalu, kepleng

Asing :  

Sifat Kimiawi :  Karbohidrat yang menyerap air, zat lemak dan alkoloid siklein, kardioplegikum, tentradine dan dimetil tentradine. Polifenol, saponoid dan flavonoida.

Efek Farmakologis : Rasa agak manis, anti demam, anti racun, menurunkan tekanan darah.

Bagian tanaman yang digunakan :   Rimpang dan daunnya.
Cara budidaya : Menggunakan stek batang, menghendaki tempat terbuka dan sedikit terlindung. pemeliharaannya mudah sekali.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1.Tekanan darah tinggi : daun diremas dengan air sampai menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum dengan gula jawa.
2.Demam : rimpang diiris halus, direbus dan perasannya diminum sebagai obat demam, atau akar cincau secukupnya disedu dan diminum.
3.Gangguan perut, Nyeri : seperti no. 1
4.Keracunan makanan udang : seperti no. 1
5.Radang lambung, typhus, penyakit usus : daun segar 50 gr dicuci ditumbuk sampai lumat. Tambah 4 gls air matang, diremas dan disaring. Diamkan sampai mengental dan tambahkan 5 sendok kecil gula, diminum 3 x sehari.

READ MORE

CIPLUKAN

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar

CIPLUKAN

Merupakan tumbuhan semusim, biasanya ditempat kosang yang tidak terlalu becek seperti pinggiran selokan, pinggir kebun dan lereng tebing sungai. Bisa tumbuh baik pada ketinggian 0 - 1800 m dpl.

KLASIFIKASI - Ciplukan biasa disebut Physallis peruvianna L., atau Physallis angulata Linn atau Physallis minina Linn, termasuk famili tumbuhan Solanaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Keceplokan, Nyornyoran atau Cecendet.

SIFAT KIMIAWI - Memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui a.l : Chlorogenik acid, C27H44O-H2O, Asam sitrun dan fisalin, Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, sedangkan bijinya mengandung Claidic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS - Tumbuhan ini bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG BERGUNA - Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

1. Influenza dan Sakit tenggorokan - Tanaman 9 - 15 gram direbus air secukupnya dan diminum airnya.
2. Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan - sama seperti pengobatan Influenza
3. Bisul - Daun Ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus lalu diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut dan diganti 2x sehari.
4. Borok - sama seperti bisul, hanya ditambah air kapur sirih secukupnya.
5. Kencing Manis - Tanaman direbus 3 gelas air menjadi 1 gelas, saring dan minum.
6. Sakit paru-paru - Tanaman Ciplukan lengkap direbus dengan 3 - 5 gelas air mendidih, saring dan minum airnya 3 x sehari secangkir.
7. Ayan - Buah Ciplukan 8 - 10 buah dimakan tiap hari.

BUDI DAYA - Perbanyak tanaman dengan biji. Biji disemai kemudian tanaman muda dipindahkan ketempat penanaman. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau dengan menjaga kelembabab tanah. Disamping itu juga dibutuhkan pemupukan terutama pupuk dasar.
READ MORE

CEGUK

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar
 CEGUK
 

Nama latin: Quisqualis indica L
 Nama daerah: Dani; Udani; Wudani; Bidani; Kacekluk; Cekluk; Wedani; Saradengan; Tikao.
 Deskripsi tanaman: Perdu merambat, panjang batang sampai 5 meter. Batang berkayu, bercabang-cabang, cabang muda berwarna hijau, berduri. Daun tunggal, bulat telur. Perbungaan bentuk bulir, terdapat di ketiak daun dan di ujung cabang. Kelopak berwarna hijau kekuningan. Putik berwarna putih sampai merah tua. Buah tergolong buah batu, biji kecil, pipih berwarna hitam. Akar tunggang.
READ MORE

CERME

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar
CERME

( Phyllanthus acidus (L.) Skeels.)

Famili : Euphorbiaceae

Daerah : Aceh : Ceremoi, Jawa : Cerme, Madura: Careme, Sunda : Careme, Bali : Cermen, Bugis: Caramele, Bima: Sarume, Ternate : Ceremin


CERME

( Phyllanthus acidus (L.) Skeels.)

Famili : Euphorbiaceae

Daerah : Aceh : Ceremoi, Jawa : Cerme, Madura: Careme, Sunda : Careme, Bali : Cermen, Bugis: Caramele, Bima: Sarume, Ternate : Ceremin

Asing : Country gooseberry

Sifat Kimiawi : Kaya kandungan kimia antara lain Daun, batang : Tanin, Saponin, flavonoida & polifenol. Kayunya : Tanin, Saponin, flavonoida, polifenol & alkaloid.

Efek Farmakologis : Daun cerme berkhasiat untuk urus-urus dan obat mual, akar untuk asma dan daun muda untuk sariawan. Sifatnya - anti inflamasi, anti radang, mencegah muntah. Biji dan akar merupakan “purgans” yang kuat.

Bagian tanaman yang digunakan : Daun, Daun muda dan akar.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan (jangan pakai pupuk kimia).

Resep tradisional:

1. Urus-urus : daun sebanyak sekitar 3 gr dicuci, dikeringkan, tumbuk halus dan seduh dengan 1/2 gls air matang, dinginkan dan minum semuanya.
2. Mual : Beberapa daun dikunyah, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
3. Asma : beberapa akar kering (1 gr) digiling halus, seduh dengan air panas, minum (hati hati karena akarnya agak beracun)
4. Sariawan : seperti no. 2
5. Bubulen : akar segar ditumbuk dan tempelkan ketempat yang sakit
6. Kegemukan : minum teh daun cerme yang dikeringkan, penggunaan harus terbatas dan jaga efek samping.


READ MORE
CINCAU RAMBAT

(Cyclea barbata Miers)

Famili : Menispermaceae

Daerah : Camcauh, juju, tarawalu, kepleng

Asing :

Sifat Kimiawi : Karbohidrat yang menyerap air, zat lemak dan alkoloid siklein, kardioplegikum, tentradine dan dimetil tentradine. Polifenol, saponoid dan flavonoida.





CINCAU RAMBAT

(Cyclea barbata Miers)

Famili : Menispermaceae

Daerah : Camcauh, juju, tarawalu, kepleng

Asing :

Sifat Kimiawi : Karbohidrat yang menyerap air, zat lemak dan alkoloid siklein, kardioplegikum, tentradine dan dimetil tentradine. Polifenol, saponoid dan flavonoida.

Efek Farmakologis : Rasa agak manis, anti demam, anti racun, menurunkan tekanan darah.

Bagian tanaman yang digunakan : Rimpang dan daunnya.
Cara budidaya : Menggunakan stek batang, menghendaki tempat terbuka dan sedikit terlindung. pemeliharaannya mudah sekali.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1.Tekanan darah tinggi : daun diremas dengan air sampai menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum dengan gula jawa.
2.Demam : rimpang diiris halus, direbus dan perasannya diminum sebagai obat demam, atau akar cincau secukupnya disedu dan diminum.
3.Gangguan perut, Nyeri : seperti no. 1
4.Keracunan makanan udang : seperti no. 1
5.Radang lambung, typhus, penyakit usus : daun segar 50 gr dicuci ditumbuk sampai lumat. Tambah 4 gls air matang, diremas dan disaring. Diamkan sampai mengental dan tambahkan 5 sendok kecil gula, diminum 3 x sehari.

READ MORE

CIPLUKAN

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar
CIPLUKAN

Merupakan tumbuhan semusim, biasanya ditempat kosang yang tidak terlalu becek seperti pinggiran selokan, pinggir kebun dan lereng tebing sungai. Bisa tumbuh baik pada ketinggian 0 - 1800 m dpl.



CIPLUKAN

Merupakan tumbuhan semusim, biasanya ditempat kosang yang tidak terlalu becek seperti pinggiran selokan, pinggir kebun dan lereng tebing sungai. Bisa tumbuh baik pada ketinggian 0 - 1800 m dpl.

KLASIFIKASI - Ciplukan biasa disebut Physallis peruvianna L., atau Physallis angulata Linn atau Physallis minina Linn, termasuk famili tumbuhan Solanaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Keceplokan, Nyornyoran atau Cecendet.

SIFAT KIMIAWI - Memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui a.l : Chlorogenik acid, C27H44O-H2O, Asam sitrun dan fisalin, Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, sedangkan bijinya mengandung Claidic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS - Tumbuhan ini bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG BERGUNA - Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

1. Influenza dan Sakit tenggorokan - Tanaman 9 - 15 gram direbus air secukupnya dan diminum airnya.
2. Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan - sama seperti pengobatan Influenza
3. Bisul - Daun Ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus lalu diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut dan diganti 2x sehari.
4. Borok - sama seperti bisul, hanya ditambah air kapur sirih secukupnya.
5. Kencing Manis - Tanaman direbus 3 gelas air menjadi 1 gelas, saring dan minum.
6. Sakit paru-paru - Tanaman Ciplukan lengkap direbus dengan 3 - 5 gelas air mendidih, saring dan minum airnya 3 x sehari secangkir.
7. Ayan - Buah Ciplukan 8 - 10 buah dimakan tiap hari.

BUDI DAYA - Perbanyak tanaman dengan biji. Biji disemai kemudian tanaman muda dipindahkan ketempat penanaman. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau dengan menjaga kelembabab tanah. Disamping itu juga dibutuhkan pemupukan terutama pupuk dasar.


READ MORE

THE RISK OF THE DRUGS AND UNSAVE SEXUAL

Posted by Agustawangmangu On 0 komentar
“SAVE OUR GENERATION FROM DRUGS AND UNSAVE SEXUAL”
Drugs and sex, we usually hear about the both of them, and I think everybody will know about the effect of them for our health and for our generation. They are cause of many diseases, death, HIV AIDS, and many bad effects for human. The relationship between drug use and unsafe sexual practices among gay men has been shown in many studies. These unsafe sexual practices put gay and bisexual men at greater risk for HIV infection. Gay and bisexual men who do not use drugs report fewer acts of incentive and receptive anal intercourse without condoms than do recreational drug-using gay and bisexual men.


“SAVE OUR GENERATION FROM DRUGS AND UNSAVE SEXUAL”
Drugs and sex, we usually hear about the both of them, and I think everybody will know about the effect of them for our health and for our generation. They are cause of many diseases, death, HIV AIDS, and many bad effects for human. The relationship between drug use and unsafe sexual practices among gay men has been shown in many studies. These unsafe sexual practices put gay and bisexual men at greater risk for HIV infection. Gay and bisexual men who do not use drugs report fewer acts of incentive and receptive anal intercourse without condoms than do recreational drug-using gay and bisexual men.
Methamphetamine shows documented prevalence rates ranging between 5 percent and 25 percent of the gay and bisexual men studied across many cities from Honolulu to Denver. It is used to increase sensory experiences, especially sexual ones, and to create feelings of euphoria, which may contribute to increased sexual risk-taking. It has been associated with infrequent use of condoms, perhaps as a result of the above factors.
Methamphetamines can also increase risk for HIV/AIDS by increasing sexual sensation at the same time that it may interfere with erections, colloquially referred to as "crystal dick." A result of this problem can create "instant bottoms," a term applied by gay and bisexual men to drug users who take on the receptive role during anal intercourse. This practice is the riskiest sexual behavior that may cause HIV infection, particularly when condoms are not used. Gay and bisexual men who use amphetamines have 2.9 times greater risk of HIV infection through receptive anal intercourse than men who do not use the drug. Use of any stimulant drug, not just methamphetamines, has been associated with unprotected anal intercourse.
MDMA was reported to be in wide use among gay and bisexual men recruited from three dance clubs in New York City, and was found to be the only recreational drug associated with unsafe sex in this sample. Other drugs have been related to high-risk sexual behavior in different studies.
Circuit party weekends have also been associated with high-risk sexual behavior. A study by Mansergh et al. reported that 29 percent of their sample of gay and bisexual men had multiple sex partners during a single circuit party weekend. Of this higher-risk group, 47 percent reported unprotected anal sex. They concluded that sexual activity, including unprotected anal sex, was relatively common during these weekends.
Colfax and his associates studied 295 gay/bisexual men in San Francisco and measured drug use and sexual risk-taking during a San Francisco circuit party (CP), a circuit party held in another geographical area (distant CP), and non-CP party weekends. They found a high use of drugs during CPs. For example, at a distant CP, 80 percent used MDMA, 66 percent used ketamine, and 43 percent used crystal methamphetamines. Drug use during CP weekends was greater than during non-CP weekends.
Unprotected anal sex with partners of unknown or opposite HIV serostatus was most prevalent during distant CP weekends, perhaps because the gay/bisexual men felt less inhibited away from their own city and took more sexual risks. The strongest predictors of unprotected anal sex with opposite or unknown serostatus partners were being HIV-positive and use of crystal methamphetamines, Viagra, or amyl nitrites. The authors conclude that the level of high-risk activity during circuit parties suggests significant potential for HIV transmission.
In another study on circuit parties, Mattison et al. found that use of amyl nitrites (poppers), MDMA, ketamine, crystal methamphetamines, and GHB were associated with unsafe sex. In a large nonrandom sample of party attendees, more than 50 percent reported using alcohol, MDMA, and ketamine. Frequent use of MDMA, ketamine, and poppers had a significant association with unsafe sex at parties. Crystal methamphetamines and GHB only showed a trend although in the expected direction.
Chesney et al. suggest that conversion may be mediated by these drug-related factors:
• Stimulants and inhalants increasing arousal and delaying ejaculation.
• Disinhibition effects of drugs.
• Substance abuse and high-risk sexual behaviors occurring within social networks if unprotected anal intercourse is a norm in such networks and there is a high-risk background prevalence of HIV.
Club drugs, in particular MDMA, methamphetamines, and poppers, encourage risky sexual practices, at least among gay/bisexual men, such as multiple sexual partners and unprotected anal or receptive anal intercourse, and thus increase the risk of HIV/AIDS. Circuit parties, especially distant circuit parties, encourage high-risk sexual behaviors and club drug use among gay and bisexual men. We are not aware of studies focusing on raves with a primarily heterosexual population and increased risk for HIV/AIDS. write by :Devi Pebriani

READ MORE
Photobucket

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF