MENGATASI DIFTERI

Posted by agus suwardi On 0 komentar
Difteri merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya bagi anak-anak.Penyakit ini mudah menular dan menyerang terutama pada bagian saluran pernapasan atas. Pnularan biasanya dilakukan melalui percikan ludan padaa orang yang membawa kuma. Selain itu penyakit ini juga dapat ditlarkan melalui benda yang terkontaminasi.

Difteri dissebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheria, suatu bakteri gram positif yang berbentuk polymorf, tidak bergerak dan tidak membentuk spora.

Gejala utama dari penyakit difteri adalah adanya pembentukan pseudomembran yang merupakan hasil kerja dari kuman ini. Pseudomembran sendiri merupakan lapisan putih berwarna keabu-abuan yang timbul terutama di aerah mukosa hidung, mulut sampai tenggorokan.

Di samping menghasilkan pseudomembran , kuman ini juga mengahasilkan racun yang disebut eksotoxin yang sangat berbahauya karena menyerang jantung ginjal dan jaringan syaraf.

Dengan pengobatan yang tepat dan cepat maka komplikasai yang berat dapat dihindari, namun keadaan bisa makin biuruk jika pasien berusia muda, perjalanan penyakit uyang lama, gizi kurang dan pemberian antitoksin yang terlambat.

Obat-obatan yang diberikan pada penderita umumnya jenis antibiotika (antibakteri), steroid dan ADS (anti Diphteria Serum) Pengobatan terhadap difteri ini terutama ditujukan untuk membunuh kuman penyebabnya dan juga mengobati komplikasi nyang terjadi.

Sxyang belum banyak informasi ilmiah mengenai tanaman obat yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap kuman difteria. Tetapi secara empiris ada beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati radang tenggorokan dan difteri. Antara lain bidara upas (Merremia mamosa)

Caranya, ambil umbi segar bidara upas secukupnya dicuci lalu diparut. Hasilnya lalu diperas dengan sepotong kain sampai terkumpul 1 gelas kecil. Dipakai untuk kumur-kumur di tenggorokan selama 2 hingga 3 menit, lalu ditelan.

Tidak ada obat tradisional baik modern maupun trasdisional yang dapat digunakan sebagi pencegahan. Satu-satunya cara untuk mncegah penyaki difteria ini adalaj engan melakukan iminisasi dan menghindari ontak dengan pasien diteri yang hasil labnya masih positif.

0 komentar:

Photobucket

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Berlangganan lewat email