CARDAMOM (Kapulaga)

Posted by agus suwardi On 4 komentar
CARDAMOM

Latin name: Amamum campactum soland

Set Of Relatives : Zingiberaceae

area : Bali : Kapolagha Jawa : Cardamom, Madura: cardamom, Sunda : Palago Minangkabau : Pelaga puwar

strangers(foreigners : Round Kardemon

Nature Of Kimiawi : This plant is rich content of chemistry, which have been known by a.l. oil terbang?sineol, terpineol and alfaborneol, beta-kamper, protein, sugar, silicate and fat.

Effect Farmakologis : This crop measure up to Rather bitter flavor, heated. Penurun is hot, anti tusif, peluruh phlegm and anti puking.

Part of the applied crop : All crop and fruit.

Way of conducting : Propagation of crop dg apply rhizome. Easy conservancy, require to be enough water dg way of sprinkler of yg is enough, take care of fertilization and dampness especially basal fertilizer.
Regional :

Cardamom come from tropical forest in and South India area Srilangka. Cardamom introduce to Europe state by Arab nation as flavour. This crop also grow state Thailand, Kamboja, Malaysia, Barat, and Philippine, especially in hilly region chilling, dale area and is covert. In cardamom Indonesia found by wild emergence and planted in hilly region in Central Java and West Java area.

Measure :

This flora grow root tuber with height between 2 - 3 m. The leaf is ellipse of sharp-pointed back part with length about 30 cm and 10 wide cm. The flower( is symmetrical two sides, redish chromatic and divided to become 3 part) distinguishable according to difference of local variety type. From there will be yielded fruit of white chromatic box who making fragrance so that can be applied as flavour and also drug. Cardamom commercializing consisting of dry capsule, side of three, domed or ellipse, chromatic abu-bu is brown, what divided superior of three space, contain compact with tan angular seed. The wedge have hot flavor, camphor, smell fragrant, and felt is cool at tongue if shamped. The fruit stay in small globular bunch , sometime furry and grey rust colored. Cardamom sabrang ( Levator Skapula Elettaria cardamomum.) Maton coming from lran is more odorously baunya.Jika too much mengunakan cardamom hence will bother chyme [job/activity].

Obstetrical & Benefit :

Extract ( cooked with water) from all flora is weared as drug to flatulensi or meteorismus ( conglomeration of gas in intestine), weakness and colic. Smooth boxed flora with water is weared as liniment for rheumatism disease. Extract from root tuber utilize as fever drug. The seed is material shamped, weared also as flavour ( for cake) and as drug, the example to cure difficulty of breath, oral smell ( futor exore) and cure coughing and itchy of red lane by shamping him(it. In seed material there are oil kardamon containing terpineol, terpinylasetat, cineol, borneol and sabinen, albumin, calcium-oksalat and silisium. Besides also oleaginous volatile ( alfaborneol and betakamfer) which berkhasiat for thinning phlegm, facilitate expenditure of wind from stomach, heat, clean blood, eliminate ill flavor, make fragrance.

Disease available for healed and way of its use.

1. stomach spastic, RHEUMATISM : All this part of plants including the roots braised during more or less more one-fourth hour(clocks by filtered, the water drinked.

2. FEVER, HOT : Bar is braised during more or less a quarter hour(clock then filtered. the water drinked.

3. Coughed : Fruit of munched.

4. Prevent Nausea : fruit of eaten and braised.

5. body odour : Rhizome is braised sufficiently and drinked by the water.

6. CHAFE tonsil, MENSTRUAL TROUBLE, stomach spastic, gargle, influenza, GASTRITIS, BREATHLESS, WEAK BODY ( AS TONIC) : Fruit of braised, eat and a lot still be other.









READ MORE

KAPULAGA

Posted by agus suwardi On 0 komentar
KAPULAGA


Nama latin: Amamum campactum soland
Famili : Zingiberaceae
Daerah : Bali : Kapolagha, Jawa : Kapulaga, Madura: Kapulaga, Sunda : Palago, Minangkabau : Pelaga puwar
Asing : Ronde Kardemon
Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia, yang sudah diketahui a.l. minyak terbang‑sineol, terpineol dan alfaborneol, beta-kamper, protein, gula, lemak dan silikat.

Efek Farmakologis : Tanaman ini memiliki sifat Rasa agak pahit, hangat. Penurun panas, anti tusif, peluruh dahak dan anti muntah.

Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman dan buah.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan rimpang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Wilayah :
Kapulaga berasal dari hutan tropis di daerah India Selatan dan Srilangka. Kapulaga diperkenalkan ke negara Eropa oleh bangsa Arab sebagai bumbu. Tanaman ini juga tumbuh dinegara Thailand, Kamboja, Malaysia Barat, dan Filipina, terutama di wilayah berbukit yang dingin, didaerah lembah dan terlindung. Di Indonesia kapulaga ditemukan tumbuh liar dan ditanam di wilayah perbukitan di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ukuran :
Tumbuh-tumbuhan ini tumbuh berumbi akar dengan tinggi antara 2 - 3 m. Daunnya lonjong berujung runcing dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar 10 cm. Bunganya (simetris dua sisi, berwarna kemerah-merahan dan terbagi menjadi 3 bagian) dapat dibedakan menurut perbedaan jenis varietas setempat. Dari sana akan dihasilkan buah kotak berwarna putih yang harum sehingga bisa digunakan sebagai obat maupun bumbu. Kapulaga yang diperdagangkan terdiri atas kapsul kering, bersisi tiga, lonjong atau bundar, berwarna abu-bu coklat, yang terbagi atas tiga ruang, berisi padat dengan benih bersudut yang berwarna coklat. Biji-biji tersebut mempunyai rasa pedas, kamfer, berbau wangi, dan terasa dingin pada lidah jika dimamah. Buahnya berada dalam tandan berbentuk bulat kecil , kadang berbulu dan berwarna kuning kelabu. Kapulaga sabrang (Elettaria cardamomum L.) Maton yang berasal dari lran lebih harum baunya.Jika terlalu banyak mengunakan kapulaga maka akan mengganggu kerja cairan lambung.

Kandungan & Manfaat :
Ekstrak (dimasak dengan air) dari seluruh tumbuh-tumbuhan dipakai sebagai obat terhadap flatulensi atau meteorismus (penimbunan gas dalam usus), kolik dan kelemahan. Tumbuh-tumbuhan yang ditumbuk halus bersama air dipakai sebagai obat gosok untuk penyakit encok. Ekstrak dari umbi akar dipergunakan sebagai obat demam. Bijinya adalah bahan mamah, dipakai juga sebagai bumbu (untuk kue) dan sebagai obat, contohnya untuk mengobati kesulitan bernapas, mulut berbau (futor exore) dan untuk mengobati batuk dan gatal ditenggorokan dengan memamahnya. Dalam bahan biji terdapat minyak kardamon yang mengandung terpineol, terpinylasetat, sineol, borneol dan sabinen, zat putih telur, calcium-oksalat dan silisium. Selain itu juga mengandung minyak atsiri (alfaborneol dan betakamfer) yang berkhasiat untuk mengencerkan dahak, memudahkan pengeluaran angin dari perut, menghangatkan, membersihkan darah, menghilangkan rasa sakit, mengharumkan.


Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1. Kejang Perut, Rematik : Semua bagian tumbuhan ini termasuk akarnya direbus selama lebih kurang lebih seperempat jam dengan disaring, airnya diminum.
2. Demam, panas : Batang direbus selama lebih kurang seperempat jam kemudian disaring. airnya diminum.
3. Batuk : Buah dikunyah.
4. Mencegah Mual : buah direbus dan dimakan.
5. Bau Badan : rimpang direbus secukupnya dan diminum airnya.
6. Radang amandel, gangguan haid, kejang perut, obat kumur, influenza, radang lambung, sesak napas, badan lemah (sebagai tonikum) : buah direbus, makan dan masih banyak yang lainnya.

READ MORE

KASINGSAT (Cassia occidentalis Linn )

Posted by agus suwardi On 0 komentar


KASINGSAT (Cassia occidentalis Linn )

Famili : Caesalpiniaceae

Daerah : Sunda : kasingsat, Jawa : menting, Melayu : kopi andelan, Simalor : bulinggang alas

Asing :

Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia yang sudah diketahui. antara lain : Daun : Demeric anthrone glikosida, suatu pencahar yang sangat poten. Akar : alfa-hydroxy‑anthraquinone 1,8‑dihydroxy-anthraquinone , quercetin, emodin, heterodi-anthrone, chrysophanol.
Efek Farmakologis : Rasa pahit, dingin, agak beracun. Pengobatan radang mata, perangsang nafsu makan. pencahar (laxans), anti radang.

Bagian tanaman yang digunakan : Daun, biji, batang dan akar dikeringkan dibawah sinar matahari.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

Sakit Kepala Berulang : Daun 30 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas, dinginkan. Saring, minum 2 kali 1 gelas.

Digigit Ular : Segenggam daun segar dilumatkan, kemudian diperas, airnya diminum dan ampasnya dibubuhi pada luka gigitan.

Sulit Buang Air Besar, Dysentri, Diare Kronis, Nyeri Ulu Hati : Tanaman kering 10 ‑ 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas. dinginkan saring, minum 2 kali 1 gelas.

Batuk, Sesak Napas, Radang Paru-Paru : Tanaman kering 10 ‑ 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas. Dinginkan saring, minum 2 kali 1 gelas.

Keputihan (Flour Albus) : Daun muda yang dikukus sebagai lalap berkhasiat terhadap keputihan.

Hepatitis : Tanaman kering 10 ‑ 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.
Gambar dari tanamanherbal.worpress.com
READ MORE

KATU

Posted by agus suwardi On 0 komentar


Nama latin: Sauropus androgynus L. Merr
Nama daerah: Katuk; Daun katu; Katukan; Katuk manuk; Babing; Memata; Cekop manis; Simani; Keratur

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu tinggi sampai 3,5 m. Daun berbentuk bulat telur berwarna hijau, menyirip ganda dan jumlahnya banyak. Buah berwarna putih, kecil dan melekat pada cabang dan rantingnya.
Habitat: Tumbuh liar dihutan-hutan dan ladang-ladang yang terbaik di daerah dengan ketinggian 1300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar

Kandungan kimia: Zat protein; Lemak; Kalsium; Posfor; Besi; Vitamin A; Vitamin B1; Vitamin C

Khasiat: Antipiretik; Laktagog

Nama simplesia: Sauropi Folium

Resep tradisional:

Demam:
Akar katu 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 4 hari.

Pelancar ASI:
Daun katu segar beberapa helai; Daun bayam; Daun lembayung; Daun Sawi; Kacang panjang; Kacang koro; Jantung pisang; Buah labu air; Buah labu merah, Dijadikan sayuran, Dimakan secara bergantian

READ MORE

KAYU MANIS

Posted by agus suwardi On 0 komentar


KAYU MANIS


Nama latin: Cynamomum aromaticum Nees
Nama daerah: Sinamon; Keningar

Deskripsi tanaman: Tinggi tanaman 6-12 m, akan tetapi pada tempat yang cocok bisa mencapai 18 m. Batang berwarna keabu-abuan dan berbau harum, percabangan dekat tanah, pada ranting tua sering tidak tumbuh daun-daun baru (gundul), tajuk kekar, dan mahkotanya berbentuk kerucut. Daun berbentuk bulat telur, agak memanjang dengan ujung bulat/tumpul, meruncing dan lokos (licin dan mengkilap), dan berwarna merah pada waktu masih muda, dan berubah menjadi hijau tua di permukaan atas dan pucat keabu-abuan di bagian bawah. Bunga kecil, tidak menarik, berbentuk lonceng dengan bau yang tidak enak, dan tumbuh dalam ketiak daun dan dipucuk-pucuk ranting, warnanya putih kekuning-kuningan, dan berbunga pada bulan Juli hingga September. Buah buni memanjang berwarna merah coklat.


Habitat: Tumbuh liar di ladang dan hutan pada dataran 1-1200 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Tanin; Damar; lendir
Khasiat: Analgesik; Stomakik; Aromatik

Nama simplesia: Cinnamomi aromatici Cortex

Resep tradisional: 

Mencret
Kayu manis(Padang)3 g; Buah kayu ules 2 g; Rasuk angin 2 g; Rimpang kencur segar 8 g; Ketumbar 3 g; Jintan hitam 2 g; Mungsi 2 g; Rimpang lempuyang 10 g; Pulosari 2 g; Buah adas 2 g; Biji kedaung 4 butir; Air sedikit, Dipipis hingga menjadi pasta, Ditapalkan di seluruh bagian perut; dan pakailah gurita
READ MORE

KAYU MANIS CINA ( Cinnamomum cassia Presl.)

Posted by agus suwardi On 1 komentar
KAYU MANIS CINA ( Cinnamomum cassia Presl.)

Famili : Lauraceae
Daerah :
Asing : Chinesse Cinnamomum, Rou gui (Cina)
Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain Kulit Kayu : Cinnamic aldehyde, cinnamyl acetate, cinnzcylanol cinnzcylanine. phenypropyl acetate, tanin, saffrol. Buah mentah: Cinnamic aldehyde. cournarin, traps‑cinnamic acids, beta sitosterol, Choline, protoca-techuric acid, syringe acid.

Efek Farmakologis : Tanaman ini memiliki sifat Kulit kayu : Pedas. manis. panas. Sedikit beracun (toksik). Masuk meridian ginjal, limpa dan kandung kemih. Menguatkan “Yang”, menghangatkan limpa dap ginjal, melancarkan peredaran darah, menghilangkan sakitmenambah napsu makan (stomakik) peluruh kentut (karminatif). Ranting muda : Pedas. manis. hangat. Masuk merindian kandung kemih. jantung dan paru‑paru, Peluruh keringat (diaforetik) mengendurkan otot (muscle relaxant), menghangatkan dan melancar-kan sirkulasi di meridian, melancarkan pernapasan.
Bagian tanaman yang digunakan : Kulit kayu dan ranting, dikeringkan untuk penyimpanan.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggu-nakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pe-mupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini. menghendaki tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
SAKIT LAMBUNG, DIARE, GANGGUAN PENCERNAKAN : Bubuk kulit kayu 1,5 gram diseduh dengan air hangat, Minum, lakukan 2 kali sehari.
SHOCK, DEMAM, KAKI TANGAN BERKERINGAT. BATUK KARENA PARU‑PARU DINGIN, SESAK NAPAS, REMATISM, NYERI HAID (DYSMENORRHEA), TIDAK DATANG HAID (AMENORRHEA) TEKANAN DARAH TINGGI, NYERI PADA UJUNG JARI (FROST‑BITE), TUMOR DALAM PERUT (TUMOR ABDOMEN) : Bubuk kulit kayu 0,5 ‑ 2,5 gram diseduh dengan air hangat, Minum, lakukan 2 kali sehari.

DEMAM, FLU KARENA ANGIN DINGIN, BATUK SESAK BENGKAK MENAHAN CAIRAN, BENGKAK KARENA JANTUNG DAN GINJAL. SAKIT OTOT (RHEUMATISM), NYERI HAID, TIDAK DATANG HAID. EPILEPSI : Bubuk ranting muda 1,5 ‑ 6 g digodok atau digiling menjadi bubuk, diseduh dengan air hangatMinum.

KONTRA INDIKASI : Sedikit beracun dan wanita hamil, penderita demam, Yin lemah, Yang kuat, penyakit pendarahan, dilarang minum.

READ MORE

Semua Artikel dalam Blog ini

Posted by agus suwardi On 0 komentar
Cari artikel dalam blog ini, geser ke bawah dengan pelan. Temukan apa yang ingin Anda cari kemudian klik linknya:



READ MORE

Bahaya Merokok

Posted by agus suwardi On 0 komentar
Tidak diragukan lagi bahwa bahaya rokok semakin membesar hingga sampai pada taraf mengancam kehancuran sebuah bangsa.
Mengingat besarnya kampanye anti rokok di barat, maka banyak perusahaan-perusahaan produsen rokok mengarahkan pemasarannya ke negara-negara ketiga yang mengkonsumsi rokok lebih dari 52 % dari seluruh produk rokok di dunia ini.¨
Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa tingkat kematian yang diakibatkan karena mengkonsumsi rokok -baik dengan cara dikunyah, dihirup atau dihisap- mencapai 2,5 juta orang pertahun.
Sementara itu jumlah korban untuk kasus yang sama di Amerika Serikat tahun 1987 mencapai 350.000 orang, sedangkan di Inggris pada tahun 1997 mencapai 100.000 orang.¨¨
Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa tingkat kematian yang diakibatkan karena mengkonsumsi rokok -baik dengan cara dikunyah, dihirup atau dihisap- mencapai 2,5 juta orang pertahun.
Sementara itu jumlah korban untuk kasus yang sama di Amerika Serikat tahun 1987 mencapai 350.000 orang, sedangkan di Inggris pada tahun 1997 mencapai 100.000 orang.¨¨
Jumlah korban dan penderita penyakit yang diakibatkan dari mengkonsumsi rokok kian hari kian bertambah. Lebih parah lagi adanya kenyataan bahwa 30% sampai 40% dari mereka sudah mulai kecanduan pada usia dibawah lima belas tahun.
Dalam buku yang kecil ini kami berusaha untuk menyampaikan pandangan tentang bahaya tersebut dan sikap syariat kita serta metode untuk menghindarinya.

TEMBAKAU

Dia adalah sejenis tumbuhan dari bangsa Terong, memiliki batang berwarna gelap dan berbentuk silinder, daunnya berbentuk lonjong besar dan agak lengket, berbau tak sedap dan menyengat, didalamnya terkandung berbagai unsur, diantaranya: Nikotin, Baridin, Potas , Nikotianin , Kolilidin, Edrogen, Karbon Oksida, Asam Prosik, Semuanya merupakan racun yang membahayakan.

Sekilas sejarah
Tembakau pertama kali berasal dari benua Amerika, hingga sekarang tidak diketahui pasti kapan penduduk benua itu mulai mengkonsumsi tembakau. Disebagian penggalian arkeologi di Amerika ditemukan pipa rokok keramik yang menunjukkan tahun sekitar 600 sebelum Masehi.
Ketika Christopper Colombus bersama orang dari Spanyol tiba pertama kali di Amerika Tengah sebagai penemuan benua baru tahun 1492 M, mereka sudah mengenal rokok, maka setelah itu menyebarlah rokok di benua Eropa.
Ada yang mengatakan bahwa kalimat tembakau berasal dari kata “Tobago” yang berarti pipa rokok dalam bahasa Indian, ada juga yang mengatakan bahwa “Tobago” adalah nama sebuah pulau di teluk Meksiko yang terdapat padanya tembakau dan kemudian dibawa ke Spanyol.

Berbagai macam cara merokok.
1. Cara keretek/ cerutu
2. Menggunakan pipa (cangklong)
3. Syisyah (menggunakan pipa panjang)
4. Dikunyah (kunyahan yang mengandung nikotin)
5. Dihirup.
6. Dicium (menggunakan campuran sejenis abu dan tembakau)
:
Rokok mengandung sekian banyak unsur kimiawi yang mengakibatkan banyak penyakit, akan kami sebutkan disini beberapa yang penting saja:
* Nikotin: Merupakan unsur kimia beracun, memiliki susunan seperti alkali. Unsur inilah yang paling banyak pengaruhnya bagi para perokok (60 gram dari unsur ini, seandainya diberikan sekaligus kepada manusia lewat suntikan diurat nadinya, sudah cukup untuk mematikannya)
* Ter/Tir: Benda yang lengket sejenis cat, biasa digunakan untuk pengaspalan jalan, Ter ini berguna untuk memberikan nyala pada tembakau, dapat mengakibatkan penyumbatan pada saluran pernapasan.
* Karbon Monoksida dan Karbon Dioksida: zat yang juga sangat berbahaya ini dihasilkan dari proses pembakaran tembakau dan kertas pembungkus rokok tersebut.
* Zat Methol
* Baridin
* Nitrogen Oksida
* Gas Amoniak Kaustik

Motivasi merokok

1. Mengurangi tegang syaraf dan menghilangkan rasa lelah (menurut pendapat mereka)
2. Mengendurkan persendian dan menimbulkan rasa lega setelah merokok.
3. Merokok untuk menyendiri, sebagian orang akan merasakan kenikmatan merokok seorang diri yang jauh dari pandangan orang lain.
4. Merokok karena ingin menyertai sesuatu perbuatan, seperti merokok setelah makan, atau setelah minum kopi atau teh.
5. Merokok sebagai pengganti makanan, karena merokok dapat mengurangi nafsu makan perokok sehingga konsumsi makanannya berkurang.
6. Merokok sebagai sikap sosial, yaitu jika berkumpul bersama temam-teman, terlebih jika dalam satu acara tertentu.
7. Merokok untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Ada orang-orang yang apabila ditimpa keruwetan, kesempitan atau rasa cemas dalam satu masalah segera menyalakan rokok untuk menghindarinya.
Dan berdasarkan penelitian di Universitas Malik Sa’ud (Saudi Arabia), kitapun dapat mengetahui sebab-sebab merokok yang paling penting, diantaranya:
1. Anak yang mencontoh perbuatan bapaknya yang merokok dan dibolehkannya perbuatan mereka oleh orang tuanya.
2. Bergaul bersama orang-orang yang merokok, khususnya pada usia menjelang dewasa.
3. Ingin menampilkan rasa gagah pada usia muda.
4. Rasa gelisah dan gundah yang diiringi dengan kekosongan rohani ditambah waktu luang menjadikan seseorang ingin lari darinya dengan berbagai macam cara.
5. Tidak adanya pemahaman yang cukup tentang bahaya rokok.
6. Lemahnya dorongan keimanan dalam hati sehingga membuat seseorang tidak memperdulikan apa yang akan menimpa dirinya.


BERBAGAI MACAM PENYAKIT
AKIBAT MEROKOK

Merokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang mengakibatkan kematian. Dapat kita klasifikasikan berdasarkan organ tubuh yang terkena penyakit:

l Penyakit yang menimpa hati dan organ sirkulasi:
Penyakit-penyakit ini secara mendasar berkaitan langsung akibat mengkonsumsi rokok:
1. Penyempitan pembuluh darah koroner (nyeri dada yang sangat), penggumpalan hati dan kematian tiba-tiba.
2. Pembekuan pembuluh darah pada otak
3. Gangguan sirkulasi darah pada anggota tubuh yang mengakibatkan pembekuan serta amputasi pada betis atau Gargarina.



l Penyakit-penyakit yang menimpa organ pernapasan:
Penyakit ini juga berkaitan secara langsung akibat mengkonsumsi rokok:
1. Kanker Paru-Paru.
2. Kanker Tenggorokan.
3. Radang Rongga Tenggorokan yang akut.
4. Radang Rongga Hidung dan alergi pada hidung.
5. Asma dan berbagai macam bentuk alergi.

l Penyakit-Penyakit Kejiwaan.
1. Kesedihan kejiwaan.
2. Kegamangan kejiwaan.
3. Tempramen yang labil.
4. Gangguan tidur.
5. Lemahnya selera.
6. Rasa cemas dan emosional.
Berikut data statistik yang dilakukan di Inggris tentang tingkat kematian pertahun perseratus ribu orang penduduk serta penyebabnya dan cara penggunaan rokok* :
Penyakit

Tingkat. kematian

Tingkat kematian pada perokok
kretek (sigaret)


pipa

1-14

15-24

25 kretek


kretek

kretek

kretek

lebih

Kanker paru-paru

10

58

78

127

251


Kanker organ
pernafasan

1

9

5

7

33


Radang rongga kronis & Infezima

3

28

51

78

114


Serangan jantung

413

425

608

652

792


Gagal jantung

67

101

136

116

202


* Sumber : Jabir bin Salim Musa dkk, Al-Mukhoddirot (Al-Akhtor, Al Mukafahah, Al-Wiqoyah, Al-Ilaaj), hal. 153

Berikut data statistik dari penelitian yang dilakukan di Amerika tentang tingkat kematian pertahun yang diakibatkan oleh penyakit yang disebabkan merokok pada mereka yang berusia diatas dua puluh tahun*:


Penyakit

Laki-laki

Wanita


Meninggal
keseluruhan

Meninggal
karena
merokok

Meninggal
keseluruhan

Meninggal
karena
merokok


Kanker bibir,mulut & tekak

5754

3958

2689

1110


Kanker saluran makanan

6310

1717

1345

1257


Kanker perut

7368

1455

5772

1469


Kanker Pankreas

11513

3459

11634

1653


Kanker tenggorokan

2959

2385

664

247


Kanker paru-paru, saluran pernapasan & tenggorokan

82459

65659

36227

17170


Kanker kandung kemih

6597

2447

3114

853


Kanker ginjal

5424

1319

3403

304


Tekanan darah tinggi

13464

2099

17855

2645


Sakit jantung

78340

22362

27000

4892


Pengerasan pembuluh darah

9235

2200

15216

4797


Radang paru-paru dan Influenza

28774

5986

28935

2679


Radang saluran pernapasan yang akut dan Infezima

10708

9097

5517

3831


Tersumbatnya saluran pernafasan yang akut

31240

26541

26525

11545


* Sumber : Jabir bin Salim Musa, Al-Mukhoddirot …, hal 13
l Penyakit-penyakit yang menimpa organ pencernaan:
Perokok dengan segala macam caranya akan mengalami hal berikut:
1. Radang Mulut, bibir, lidah dan rahang serta Radang gigi, gusi dan pecahnya email (lapisan gigi).
2. Kanker mulut, bibir, lidah, rahang dan gusi.
3. Kanker Tekak.
4. Kanker Saluran Makanan.
5. Kanker Pankreas.
6. Radang saluran pernapasan dan Tekak.
7. Radang dan luka pada lambung dan usus dua belas jari.

l Penyakit yang menimpa mata:
1. Radang selaput ikat mata.
2. Radang selaput pelangi mata.
3. Bertambahnya alergi pada mata.
4. Melebarnya pupil mata akibat pengaruh nikotin dan cahaya yang rusak.
5. Radang saraf dan terhentinya pertumbuhan pada mata yang dapat mengakibatkan rabun mata .

l Penyakit yang menimpa sistim saluran air kencing:
1. Tumor jinak pada kandung kemih.
2. Kanker pada kandung kemih (penyakit ini kian bertambah jika seseorang mengidap Billharsia).
3. Kanker Ginjal.

l Bahaya merokok pada kehidupan seksual:
Merokok berdampak buruk terhadap sperma, terutama bagi mereka yang mengalami lemah sperma, dapat mengakibatkan kemandulan dan dapat mengakibatkan kelemahan seksual bagi perokok berat.

l Wanita dan Rokok
Wanita perokok juga berpotensi sama mengidap penyakit yang telah disebutkan terdahulu, disamping itu mereka juga akan mengidap penyakit yang khusus terhadap wanita:
1. Berpeluang besar terkena kanker leher rahim.
2. Sering mengalami keguguran
3. berkurangnya timbangan bayi yang dilahirkan.
4. Berpeluangnya kematian bayi dan keguguran.

l Anak-anak dan bahaya rokok.
Anak-anak yang menjadi perokok pasif (tidak merokok, tapi dekat/menghirup asap orang yang merokok) karena kedua orang tuanya atau salah satunya merokok akan mendatangkan beberapa penyakit terhadap mereka, diantaranya:
1. Berpeluang besar terkena radang paru-paru, khususnya bagi bayi yang menyusui.
2. Berpeluang terkena alergi pada organ pernapasan (hidung, rongga hidung, saluran udara)
3. Lambatnya petumbuhan fisik dan otak jika dibandingkan dengan anak-anak yang kedua orang tuanya tidak merokok.
Adapun anak-anak yang sudah merokok, maka kemungkinan mereka terkena penyakit diatas menjadi dua kali lipat.

Disalin dari tulisan THALAL BIN SA’AD AL-‘UTAIBI Penerjemah: Abdullah Haidir
READ MORE

KAYU PUTIH

Posted by agus suwardi On 0 komentar



Nama latin: Melaleuca leucadendra L.
Nama daerah: Kayu gelam; Gelam; Ghelam; Waru gelang; Ilano
Deskripsi tanaman: tanaman berupa pohon tinggi lebih kurang 10 m. Batang berkayu, bulat, kulit mudah mengelupas, bercabang, warna kuning kecokletan. Daun tunggal, bentuk lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan berbulu, pertulangan sejajar, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, panjang 7-8 cm, mahkota 5 helai, warna putih. Buah kotak, beruang tiga, tiap ruang terdapat banyak biji.
Habitat: Tumbuh di daerah berawa-rawa bahkan dalam air, dataran rendah ataupun di pegunungan.

Bagian tanaman: Daun ; Minyak dari daun ; Buah
Kandungan kimia: Minyak atsiri (Kayuputol, terpineol); Tanin
Khasiat: Diaforetik; Analgesik; Desinfektan; Ekspektoran; Antispasmodik
Nama simplesia: Melaleucae leucadendrae Folium, Oleum Malaleucae leucadendrae aethereum

Resep tradisional:

Batuk, Demam, Nyeri haid:
Minyak kayu putih secukupnya; Jeruk nipis 1 buah; Kapur sirih 2 jari tangan, Peras buah jeruk nipis, kemudian tambahkan Kapur sirih dan Minyak kayu putih kemudian diaduk sampai tercampur, Dioleskan pada punggung dan dada; Untuk nyeri haid dioleskan pada perut.

Nyeri sendi, Akar pepaya 10 potong; Garam 1 sendok makan; Minyak kayu putih 2 sendok makan, Masukkan ramuan tersebut dalam botol sirup, tambahkan arak atau alkohol, tutup rapat. Botol tersebut dijemur di sinar matahari selama 10 hari.
EUCA LYPTUS
Traditional recipe:

Coughed, fever, Menstrual pain in bone:

Eucalyptus oil sufficiently; Lime of 1 fruit; Lime putty of 2 hand finger, Extort orange nipis, then add Eucalyptus oil and lime putty then swirled until mingled, Dabbed at chest and back; For dabbed menstrual pain in bone at stomach.

joint pain in bone, Papaw root of 10 cut; Salt of 1 tablespoon; Eucalyptus oil of 2 tablespoon, Enter the ingredient in syrup bottle, add alcohol or pageant, called a meeting to order. The bottle put to the sun in sunshine during 10 day.

READ MORE

KAYU RAPAT

Posted by agus suwardi On 0 komentar
Nama latin: Parameria laevigata
Nama daerah: Kayu rapet; Megat sih; Pegat sih; Madak si
Deskripsi tanaman: Semak menjalar, batang membelit, berkayu, berambut, cokelat. Daun tunggaal, lanset, berhadapan, pangkal dan daun meruncing, daun muda berwarna hijau kemerahan setelah tua berwarna hijau. Perbungaan bentuk malai, mahkota bentuk corong, warna putih. Buah polong. Biji bulat, warna cokelat kehitaman.
Habitat: Tumbuh liar di hutan pada dataran rendah samapai 1200 dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu
Kandungan kimia: Tanin; Asam protokatekol
Khasiat: Stomakik; Antipiretik; Desinfektan
Nama simplesia: Parameriae Cortex

Resep tradisional:

Mengecilkan rahim:
Kayu rapat 2 jari tangan; Rimpang Kunci pepet 7 buah; Kayu Mesoyi 1 jari tangan; Air 100 ml , Direbus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Keputihan:
Kayu rapat 1 jari tangan; Kayu Mesoyi 1 jari tangan; Majakan 1/2 butir; Rimpang kunci pepet 2 buah; Kemukus 6 butir; Cengkih 2 buah; Jahe Sukun 1 buah; Jintan Putih 5 butir; Air 110 ml., Direbus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

READ MORE

Kayu Ules

Posted by agus suwardi On 0 komentar

Nama latin: Helicteres isora L
Nama daerah: Jelumpang; Dlumpang; Puteran; Kayu mules
Deskripsi tanaman: Tumbuhan perdu, tinggi sampai 4 m. Berbatang basah, kulit kayu berserat-serat. Buah berbentuk dari 5 helai daun yang mengumpul seperti pilin. Tiap-tiap buah bertabung dan mempunyai satu baris biji kecil-kecil warna coklat tua.
Habitat: Tumbuh di daerah kering pada semak belukar, di hutan-hutan pada dataran rendah sampai 1200 m dpl.
READ MORE

Kecubung

Posted by agus suwardi On 0 komentar


KECUBUNG

Nama latin: Datura metel L
Nama daerah: Kecubung; Kacubung; Kacobhung cobung
Deskripsi tanaman: Tanaman perdu batang berkayu, bentuk batang bengkok tinggi dapat mencapai 1,5 m. Percabangan membentang lebar dan biasanya ke arah satu sisi saja. Daun berhadapan, bentuk bulat bercangap. Bunganya berwarna ungu atau putih berbentuk terompet. Buahnya kotak bulat berduri, bijinya banyak berwarna coklat bulat pipih
Habitat: Tumbuh liar di hutan dan di pekarangan
Bagian tanaman yang digunakan: Bunga ; Daun ; Buah
READ MORE

KEJI BELING

Posted by agus suwardi On 0 komentar

KEJI BELING

Nama latin: Reulla napifera Zoll Mor
Nama daerah: Daun picah beling; Keci beling; Enyoh kelo
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, tinggi 1-2 meter. Batang beruas, bula, berbulu kasar, percabangan monopodial, warna hijau. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lanset atau lonjong, tepi beringgit, ujung dan pangkal runcing, [anjang 9-18 cm, lebar 3-8 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, mahkotabentuk corong, berambut, warna ungu. Buah bulat, warna coklat.

Habitat: Tumbuh liar di ladang pada daerah ternaungi di ketinggian 1-750 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Garam alkali; Asam silikat; Karbonat; Triterpena
Khasiat: Diuretik
Nama simplesia: Reullaea Folium

Resep tradisional:

Kencing batu :
Daun Keji beling 1 gram; daun tembuyung 10 gram; Air 100 ml, Dibuat infus; diseduh; dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; Apabila dipipis diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
KENCING KURANG LANCAR : Daun segar 25 gram dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 merit. Setelah dingin disaring lalu minum sekaligus. Lakukan pada pagi atau siang hari.

BATU KANDUNG KENCING : Segenggam daun keji beling dan 1 tongkol jagung muda dicuci, lalu direbus dengan 2 liter air bersih sampai tersisa 1 liter. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan pagi dan sore hari, masing-masing I/2 gelas.

BATU KANDUNG EMPEDU : Daun keji beling segar 5 lembar, daun ungu segar 7 lembar, dicuci bersih lalu di rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas Minum seperti teh

KENCING MANIS : Daun segar 20 ‑ 50 gram, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, disaring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.

BATU GINJAL : Daun keji Beling 50 gram, meniran segar 7 batang, daun ungu 7 lembar. Dicuci dulu direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas dinginkan, saring, minum 3 kali 2/3 gelas per hari. ATAU Daun keji beling 5 lembar, daun tempuyung segar 5 lembar tongkol jagung 6 buah, dicuci lalu direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai rasa sakit menghilang.

SEMBELIT : Ambil 1/2 genggam daun keji beling segar, cuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.


WASIR : Daun segar 20 ‑ 50 gram, di rebus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, saring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.
READ MORE

KEJI BELING

Posted by agus suwardi On 0 komentar


KEJI BELING

Nama latin: Reulla napifera Zoll Mor
Nama daerah: Daun picah beling; Keci beling; Enyoh kelo
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, tinggi 1-2 meter. Batang beruas, bula, berbulu kasar, percabangan monopodial, warna hijau. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lanset atau lonjong, tepi beringgit, ujung dan pangkal runcing, [anjang 9-18 cm, lebar 3-8 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, mahkotabentuk corong, berambut, warna ungu. Buah bulat, warna coklat.
READ MORE
Photobucket

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Berlangganan lewat email

Google News